Pendapatan Harum Energy Tembus Rp 19 Triliun Pada Semester I 2026
PT Harum Energy Tbk (HRUM) mengantongi total pendapatan hingga US$ 1,07 miliar atau setara Rp 19 triliun sepanjang semester I-2026. Pencapaian ini dilansir dari Investor Daily berdasarkan laporan keuangan resmi perseroan.
Perolehan omzet emiten tambang tersebut melonjak 67 persen dari posisi periode sama tahun 2025 yang tercatat senilai US$ 645,27 juta.
Kenaikan signifikan pendapatan didukung oleh komoditas baru. Penjualan ekspor MHP nikel dan MHP cobalt menyumbang US$ 294,15 juta, sedangkan pasar lokal MHP nikel dan MHL cobalt berkontribusi US$ 234,61 juta.
Kinerja operasional tersebut mendorong laba bersih konsolidasi perusahaan melesat ke angka US$ 129,30 juta, dari sebelumnya US$ 38,35 juta pada semester I-2025.
Meski demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 36,49 juta. Nilai ini tumbuh dari posisi tahun lalu yang sebesar US$ 29,76 juta.
Pertumbuhan kinerja juga terlihat pada triwulan kedua. Perusahaan membukukan lonjakan laba bersih sekitar 200 persen menjadi US$ 27,6 juta dibanding kuartal sebelumnya berkat integrasi lini bisnis nikel serta kenaikan harga jual.
Citi mencatat volume penjualan nikel HRUM naik 69 persen menjadi 56 ribu ton. Sementara itu, harga jual rata-rata komoditas nikel meningkat 32 persen menuju angka US$ 15.958 per ton.
Perseroan tetap mempertahankan target produksi nikel sebanyak 125 ribu ton untuk tahun 2026. Fasilitas HPAL juga terus dimaksimalkan guna menyerap bijih nikel internal hingga target 50 persen.
Analis Citi mempertahankan rekomendasi beli untuk saham HRUM dengan target harga Rp 1.300. Yield dividen dari saham emiten nikel ini diproyeksikan mencapai 2,3 persen.
Laba bersih perseroan selama enam bulan pertama telah memenuhi 37 persen dari proyeksi Citi dan 44 persen dari konsensus analis untuk setahun penuh.
“Kami kira perseroan bisa memenuhi proyeksi kinerja versi kami dan konsensus analis,” tulis Citi.
Saham HRUM menguat 2,45 persen ke level Rp 840 pada penutupan sesi I perdagangan. Rasio price to book value (PBV) saham ini tercatat berada di level 0,66 kali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow