Pemkab Lebak Atasi Kekeringan dan Salurkan Air Bersih di 90 Desa
Pemerintah Kabupaten Lebak mempercepat penanganan dampak kemarau panjang yang memicu krisis air bersih dan mengancam sektor pertanian di 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan pada wilayah tersebut hingga Minggu (19/7/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak mengalirkan pasokan air bersih menggunakan tiga unit armada mobil tangki secara gratis kepada warga terdampak yang mengajukan permohonan melalui pesan WhatsApp. Upaya penanggulangan di sektor pangan juga dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dengan mengajukan pembuatan sumur bor ke Kementerian Pertanian demi mengantisipasi gagal panen pada lahan persawahan yang kritis.
"Kita mengusulkan pembuatan sumur bor itu beberapa titik khususnya areal persawahan yang tidak memiliki sumber air," kata Kepala Dinas Pertanian Rahmat Yuniar di Lebak, Sabtu.
Dinas Pertanian mengombinasikan langkah tersebut dengan pemasangan pompa untuk menyedot air permukaan sungai ke sawah serta merawat jaringan irigasi agar aliran air tetap lancar. "Kami tengah melakukan pendataan areal persawahan yang mengalami kekeringan berat dan puso," kata Dike Cidrasari, seorang penyuluh pertanian Kalanganyar Kabupaten Lebak.
Pendataan tersebut berjalan seiring dengan keluhan para petani di Blok Jantrang Desa Pasir Kupa yang mulai memasrahkan kondisi tanaman padi mereka akibat ketiadaan sumber air permukaan. "Kami berharap masyarakat yang mendapatkan bantuan pendistribusian air bersih mencukupi untuk keperluan MCK selama beberapa hari ke depan," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta.
Menurut Sukanta, krisis dipicu oleh penyusutan sumber air akibat kemarau serta belum adanya jaringan pasokan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat, seperti penyaluran 5.000 liter air untuk 156 jiwa di Cibuah Nangklak dan 5.000 liter air untuk 331 jiwa di Cibuah Masigit. "Bantuan akan terus disalurkan secara bertahap ke wilayah-wilayah yang masih mengalami kekeringan," kata Ketua Tagana Kabupaten Lebak Iwan Hermawan kepada awak media. Iwan memastikan bahwa pendistribusian air akan terus digencarkan untuk melayani kebutuhan mendasar rumah tangga masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
"Sejauh ini kami berupaya membantu memasok air bersih kepada warga, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak dan keperluan sehari-hari lainnya," ujar Iwan.
Penyaluran bantuan ini memicu respons positif dari warga setempat yang mengalami penyusutan debit air sumur dalam beberapa pekan terakhir. "Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan bantuan air bersih ini. Sumur di rumah sudah mulai kering sejak sekitar sebulan yang lalu," ucap Eni, salah seorang warga Desa Cibuah. Eni menambahkan bahwa kondisi serupa terjadi pada hampir seluruh sumur warga di wilayahnya.
"Hampir semua sumur warga mengalami penurunan debit, bahkan mulai mengering. Karena itu, bantuan air bersih ini menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat," kata Eni.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow