BPBD Salurkan Air Bersih Tangani Kekeringan di Banten dan Bogor
Kemarau panjang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bogor, sehingga mendasari penyaluran bantuan puluhan ribu liter air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Selasa (21/7/2026).
Kondisi surutnya debit air tanah dan keringnya sumur warga membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan harian. Wilayah terdampak di Tangerang Selatan mencakup Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, yang mencatatkan 147 kepala keluarga di 6 RT mengalami krisis air.
Sebagai langkah penanganan, Pemkot Tangsel mengucurkan sedikitnya 50.000 liter air bersih ke kawasan Keranggan. Selain itu, BPBD Kabupaten Bogor turut membagikan 10.000 liter air ke empat kampung di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, yang sumurnya telah mengering selama dua bulan.
Di Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, warga rela mengantre hingga satu jam dan saling berdesakan untuk mendapatkan giliran dari truk tangki air BPBD. Beberapa warga bahkan mengaku terpaksa berjalan sejauh tiga kilometer demi memperoleh suplai air sebelum bantuan tiba.
Warga Keranggan, Wisnu, terpaksa tidak mandi jika pasokan air tanah tidak keluar sama sekali.
"Jadi kadang kalau tidak ada keluar air, ya enggak mandi dan mandi di kantor," kata Wisnu.
Wisnu mengandalkan air galon isi ulang untuk keperluan memasak dan minum sehari-hari.
"Tapi sudah beberapa hari ini digilir ada bantuan air bersih dari BPBD. Kalau datang, isi berember-ember. Bahkan ada penampungannya pakai toren," kata Wisnu.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta jajarannya siaga dan merespons cepat laporan daerah yang mengalami kekeringan.
"Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung," kata Benyamin.
Sebagai solusi jangka menengah, pihak pemerintah daerah berencana membangun sumur dalam yang dilengkapi penampungan air berkapasitas besar di kawasan Keranggan.
"Solusi jangka menengahnya saya ingin membangun sumur air dalam dengan toren yang besar seperti yang kita bangun di Perumahan Pesona Serpong," kata Benyamin.
Pemkot Tangsel juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau durasi kemarau serta mengawasi debit air Bendungan Katulampa yang memengaruhi aliran Sungai Cisadane.
"Data-data ini akan terus kami update agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat sesuai perkembangan kondisi di lapangan," kata Benyamin.
Camat Setu Erwin Gemala Putra mengonfirmasi penyaluran bantuan air bersih yang dilakukan secara bertahap bersama BPBD dan Perumdam.
"Alhamdulillah, mulai minggu lalu telah didistribusikan sekitar 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak," kata Erwin.
Penghematan air sempat dilakukan warga, bahkan sebagian masyarakat sempat memanfaatkan air sungai sebelum pasokan tangki datang.
"Setelah bantuan air bersih didistribusikan, warga kembali menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Memasuki musim kemarau ini, masyarakat juga mulai lebih bijak dalam menggunakan air," kata Erwin.
Warga Pagedangan, Putri, menyampaikan alasannya harus bergegas saat mobil tangki bantuan sampai di pemukiman.
"Airnya dikit jadi berebut, nanti air ini bakal digunain buat mandi, cuci baju dan piring," kata Putri.
Warga Pagedangan lainnya, Enung, mengaku harus berjalan jauh apabila pasokan air tangki tidak mencukupi.
"Antre air di sini sudah satu jam, kalau mau ambil air jauh sekitar tiga kilometer," kata Enung.
Enung berharap pemerintah meningkatkan frekuensi pengiriman bantuan air bersih ke daerahnya.
"Saya mohon bantuannya, karena banyak warga yang kekurangan air," kata Enung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow