Pemerintah Tutup 290 BUMN untuk Pangkas Efisiensi Sektor Usaha State

Smallest Font
Largest Font

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mencatat penutupan sebanyak 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari program transformasi pengelolaan perusahaan negara agar lebih efisien pada Jumat (14/8/2026). CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan kebijakan ini dilansir dari Detik Finance.

Penataan ulang struktur perusahaan plat merah tersebut ditempuh melalui berbagai skema restrukturisasi, termasuk divestasi, penggabungan (merger), likuidasi, hingga konsolidasi vertikal.

"Per hari ini memang kita sudah menurunkan jumlah sekitar 290 perusahaan yang sudah kami tutup dengan divestasi, dengan kita melakukan merger, likuidasi, konsolidasi vertikal dan lainnya," ujar CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta.

Penggabungan usaha telah diterapkan pada lini aset manajemen yang sebelumnya dikelola secara terpisah oleh masing-masing bank dan lembaga keuangan BUMN. Selain itu, restrukturisasi bertahap juga menyasar sektor jaringan rumah sakit serta lini bisnis perhotelan milik negara.

"Kemudian juga kita terus menggabungkan baik itu rumah sakit, hospitals. Kurang lebih kita, setelah kita gabungkan ini kita punya ada 137 hotel, itu juga kita gabungkan," terangnya.

Proses pemangkasan jumlah BUMN ditargetkan dapat menyisakan sekitar 300 perusahaan saja pada akhir tahun guna memaksimalkan produktivitas serta optimalisasi aset.

"Target memang pada akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 300 perusahaan BUMN pada akhirnya," pungkasnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed