Pemain Argentina Bentangkan Spanduk Klaim Malvinas Usai Tekuk Inggris
Selebrasi kemenangan tim nasional Argentina atas Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2026 memicu kontroversi politik baru di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Sejumlah pemain Albiceleste membentangkan spanduk klaim wilayah kedaulatan yang sensitif selepas laga berakhir. Gelandang Giovani Lo Celso terlihat memulainya bersama bek senior Nicolas Otamendi dengan mengangkat spanduk di lapangan.
Aksi tersebut kemudian berlanjut di tengah lapangan oleh para pemain lain, termasuk Lisandro Martinez yang ikut melambai ke arah tribune penonton. "Las Malvinas son Argentinas" tulis spanduk yang dibentangkan oleh para pemain tersebut.
"Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina." merupakan arti dari tulisan berbahasa Spanyol yang dipamerkan di stadion.
Kepulauan Falkland, yang dikenal sebagai Las Malvinas di Argentina, terletak sekitar 480 kilometer di lepas pantai timur negara tersebut dan menjadi sengketa kedaulatan berkepanjangan dengan Britania Raya. Konflik militer perebutan wilayah ini sempat memuncak pada tahun 1982 yang menewaskan 649 prajurit Argentina dan 255 personel militer Britania Raya sebelum akhirnya dimenangi oleh pihak Britania. Ketegangan politik ini sebenarnya sudah memanas sebelum laga dimulai akibat pernyataan dari pejabat tinggi pemerintah Argentina. Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel mengunggah pernyataan keras di media sosial X yang menyebut Inggris sebagai "perompak perampas" dan "penjajah" sebelum laga semifinal berlangsung.
"Besok kami akan menghadapi para perompak perampas. Ini bukan sekadar pertandingan biasa" tulis Victoria Villarruel, Wakil Presiden Argentina. Villarruel mengaitkan pertandingan semifinal tersebut dengan sengketa Malvinas, warisan Diego Maradona, serta turnamen yang kemungkinan menjadi Piala Dunia terakhir bagi kapten Lionel Messi. Hingga saat ini, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi pembentangan spanduk tersebut, meski Kode Etik Stadion FIFA secara ketat melarang segala bentuk atribut bermuatan politik di dalam stadion.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow