Peluncuran IBMA Dorong Prospek Jangka Panjang Emiten Emas
Pembentukan Indonesia Bullion Market Association pada Kamis, 20 Agustus 2026, memproyeksikan sentimen positif jangka panjang bagi emiten sektor emas nasional melalui integrasi ekosistem bullion dari hulu ke hilir. Asosiasi ini melibat entitas besar seperti PT Pegadaian, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Hartadinata Abadi Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, hingga PT Amman Mineral Internasional Tbk untuk memperluas akses pasar. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty menilai kehadiran wadah baru tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong transparansi dan efisiensi industri emas domestik secara menyeluruh.
Keberadaan lembaga ini diprediksi memperluas penyerapan produk investasi di masyarakat, meskipun tidak secara otomatis mendongkrak volume produksi tambang secara instan.
Dari sektor hilir, ANTM dan HRTA dinilai paling siap memanfaatkan momentum ini lantaran memiliki basis kuat di sektor pemurnian serta jalur distribusi retail. Arinda menegaskan bahwa kolaborasi bersama bullion bank seperti BSI dan Pegadaian bakal membuka akses pembiayaan hingga perdagangan bullion secara lebih efektif.
"Bagi HRTA dan ANTM, strategi hilirisasi dan perluasan distribusi menjadi sangat penting, sedangkan bagi produsen tambang seperti BRMS, ARCI, PSAB, AMMN dan MDKA, kepastian offtake dan peningkatan produksi menjadi kunci," terang Arinda. Sementara itu, Samuel Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli untuk saham ANTM dengan target harga Rp 4.600 per saham serta saham BRMS pada target Rp 900 per saham.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow