Oscar Gloukh Dihujani Kritik Pedas Suporter Ajax dan Pelatih Míchel

Smallest Font
Largest Font

Suporter Ajax meluapkan kekecewaan mendalam terhadap gelandang Oscar Gloukh setelah sang pemain dinilai tampil ceroboh pada babak pertama pertandingan melawan FK Vojvodina. Pelatih Ajax, Míchel, juga tertangkap kamera meluapkan kemarahannya di pinggir lapangan akibat hilangnya penguasaan bola oleh pemain asal Israel tersebut.

Meski Ajax menguasai jalannya babak pertama dan menciptakan berbagai peluang lewat Kasper Dolberg, Davy Klaassen, serta Mika Godts, FK Vojvodina justru unggul lebih dulu melalui gol Crnomarkovic dari situasi sepak pojok. Ajax baru bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada masa perpanjangan waktu babak pertama lewat sundulan Klaassen setelah menerima umpan sundulan Youri Regeer.

Gelombang kritik tajam dari para pendukung Ajax langsung membanjiri platform Ajax Showtime sepanjang paruh pertama laga. Banyak suporter menilai operan, kontrol bola, serta keputusan Gloukh di lapangan sangat mengecewakan dan merugikan tim.

"Gloukh benar-benar tidak akan berhasil di Ajax. Ini sama sekali tidak cocok," tulis salah satu suporter di Ajax Showtime.

Kritik lain juga menyoroti aspek Visi bertanding sang pemain yang dianggap sangat minim.

"Kecepatan berpikir dan inteligensi sepak bola: 0," kata pendukung lainnya.

Selain masalah visi bermain, akurasi umpan Gloukh juga tidak luput dari sorotan keras para penggemar.

"Umpan Gloukh terkadang sungguh mengejutkan," ujar seorang reaksi suporter.

Gaya bermain Gloukh yang sering membawa bola terlalu lama juga dinilai menjadi beban bagi aliran serangan tim.

"Dribel yang terlalu banyak," tutur fan lainnya yang menuduh Gloukh sering membuat keputusan keliru.

Melihat performa tersebut, sejumlah suporter bahkan mendesak manajemen Ajax untuk segera menjual sang gelandang pada bursa transfer.

"Anda benar-benar harus berusaha menjual Gloukh," tulis seorang fan.

Pernyataan senada terus bermunculan dari berbagai sudut pandang suporter yang menginginkan sang pemain angkat kaki dari Amsterdam.

"Lepaskan Gloukh!" kata suporter lain.

Banyak yang menilai keberadaan Gloukh di lini tengah tidak lagi memberikan dampak positif bagi klub.

"Saya bukan penggemar Gloukh, masukkan dia ke daftar jual," ujar salah satu pendukung.

Bahkan ada pula penggemar yang memberikan sindiran terkait masa depan Gloukh di jendela transfer mendatang.

"Oscar akan berdiri di depan etalase toko Jordi dengan pita besar di tubuhnya setelah malam ini," tutur fan Ajax.

Selain Gloukh, penyerang Kasper Dolberg turut disorot karena kegagalannya memanfaatkan sejumlah peluang emas di lini depan.

"Astaga, Dolberg, berapa banyak peluang lagi yang kamu butuhkan?" tanya seorang suporter.

Penilaian terhadap Dolberg dari sebagian suporter juga terdengar sangat tajam.

"Dolberg benar-benar sudah selesai bersama kita," ujar pendukung lainnya.

Di sisi lain, Regeer juga memicu kritik karena dianggap lambat dan tidak terlihat sepanjang laga.

"Apakah Regeer bahkan bermain juga?" kata seorang fan.

Kritik terhadap Regeer semakin diperjelas oleh gaya bermainnya yang dinilai memperlambat tempo permainan Ajax.

"Dia menghilangkan semua tempo, hampir tidak tersedia dalam skema build-up dan terus mengoper ke samping," baca dua reaksi yang mengutarakan kekecewaan.

Berbanding terbalik dengan Gloukh, veteran Daley Blind justru mendapat banyak pujian atas penempatan posisi dan kemampuan membangun serangan.

"Blind secara posisi sangat cerdas," tulis seorang fan.

Kehadiran Blind dianggap memberikan kestabilan yang sangat dibutuhkan di lini belakang Ajax.

"Betapa segarnya udara segar dalam permainan build-up," ujar suporter lainnya.

Apresiasi serupa diberikan kepada Rosa yang tampil mengesankan lewat umpan-umpan akurat dan intensitas serangannya.

"Rosa terus memainkan bola-bola yang sangat tajam, mantap!" kata tanggapan suporter.

Bahkan performa Rosa di lapangan memicu kekaguman hingga disamakan dengan pemain bintang.

"Rosa bahkan menemukan jiwa Dani Alves dalam dirinya hari ini," tutur pendukung Ajax.

Kekecewaan terhadap Gloukh tidak hanya datang dari tribun suporter, tetapi juga dari Míchel di pinggir lapangan. Analis Ziggo Sport, Sam van Royen, membeberkan momen ketika Míchel meluapkan amarahnya saat operan Gloukh bergulir keluar garis lapangan.

"Gloukh melakukan gerakan yang bagus, tetapi tidak berjalan lancar," kata Sam van Royen, Analis Ziggo Sport.

Insiden kehilangan bola tersebut secara langsung memicu reaksi emosional dari sang pelatih.

"Hal itu juga menyebabkan frustrasi bagi Míchel," ujar Sam van Royen, Analis Ziggo Sport.

Van Royen kemudian mengungkapkan instruksi tegas Míchel kepada Gloukh agar lebih berhati-hati saat menguasai bola di area pertahanan lawan.

"Saya tahu apa yang dia katakan. Dia berkata: 'Jaga bola dengan baik di babak kedua!'," kata Sam van Royen, Analis Ziggo Sport.

Sementara itu, analis Jan van Halst menilai tingkat akurasi penguasaan bola memang telah menjadi fokus pembahasan Míchel sebelum pertandingan dimulai.

"Kehilangan penguasaan bola di sekitar kotak penalti bisa saja terjadi jika Anda ingin menciptakan peluang. Namun, mereka langsung menekan setelahnya. Itu adalah sesuatu yang ditanamkan Míchel dan masih berusaha ia tanamkan lebih dalam lagi," ujar Jan van Halst, Analis Ziggo Sport.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    1
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed