OJK Edukasi Pelajar NTT Kelola Keuangan Melalui Program SimPel
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Puncak Hari Indonesia Menabung 2026 di SMA Negeri 1 Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (19/8/2026), dengan fokus edukasi pengelolaan keuangan bagi pelajar.
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan cara mengelola uang sejak dini serta memperkenalkan layanan keuangan formal melalui rekening Simpanan Pelajar (SimPel). Sebanyak 220.194 rekening SimPel berhasil dibuka serentak di 22 kabupaten/kota se-NTT, mencatat Rekor MURI pembukaan rekening SimPel terbanyak, dilansir dari Detik Finance.
Plt. Kepala OJK NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menyampaikan bahwa kondisi geografis dan keterbatasan transportasi menjadi tantangan dalam menjangkau daerah pelosok, terutama wilayah 3T (tertinggal, terdepan,{ "title": "OJK Edukasi Literasi Keuangan dan Buka 220 Ribu Rekening SimPel di NTT", "title_slug": "ojk-edukasi-literasi-keuangan-ntt", "description": "OJK gelar edukasi literasi keuangan dan buka 220.194 rekening SimPel serentak di NTT pada puncak Hari Indonesia Menabung 2026.", "keywords": "OJK, literasi keuangan, SimPel, Rote Ndao, Hari Indonesia Menabung", "category_id": "2", "tags": "literasi keuangan, OJK, SimPel, NTT, pendidikan keuangan", "thumbnail": "SMA Negeri 1 Rote Selatan", "content": "
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar edukasi literasi keuangan dan pembukaan 220.194 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) secara serentak di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada puncak Hari Indonesia Menabung 2026 di SMA Negeri 1 Rote Selatan, Rabu (19/8/2026).
Acara ini bertujuan memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak dini kepada pelajar serta memperluas akses layanan keuangan formal di daerah yang geografisnya menantang seperti Rote Ndao, yang berbatasan dengan perairan Indonesia-Australia.
Plt. Kepala OJK NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menjelaskan bahwa kondisi geografis dan transportasi menjadi tantangan dalam menjangkau masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), termasuk Rote Ndao.
"Tentunya tantangan sosialisasi, literasi, dan edukasi sampai ke daerah pelosok ini pastinya ada. Terutama kita tidak bisa setiap saat mengunjungi daerah 3T mengingat tadi adanya keterbatasan transportasi," kata Yan Jimmy.
Yan Jimmy menambahkan, akses ke Rote Ndao dapat melalui udara maupun laut, namun cuaca, terutama angin kencang, kerap menyebabkan pembatalan penerbangan dan penyeberangan.
Dalam edukasi tersebut, Duta Literasi Keuangan OJK, Romualdus San Udika Jurnalos atau Sandi, mengibaratkan pengelolaan uang jajan pelajar seperti mengelola sampan agar tidak bocor dan karam di laut.
"Jadi, sama dengan kapal tadi, kapal bocor halus atau sampan bocor halus. Kalau kita paksa jalan, kita akan karam di lautan. Itu alasannya kenapa, itu sama dengan kita punya uang jajan. Kalau kita tidak rencanakan dengan baik, maka dia akan bocor halus," ujar Sandi.
Sandi menyarankan pelajar mulai menyisihkan sebagian uang jajan, meski nominal kecil, untuk membangun kebiasaan menabung melalui rekening SimPel.
"Jadi prinsipnya begini Adik-adik, ketika saya dapat uang bulanan, kalau harian kan Rp 5.000 mungkin terlalu kecil, tapi kita bisa mulai dengan Rp 1.000 atau Rp 2.000. Kalau dapat uang Rp 50.000, langsung sisihkan. Sisihkan Rp 20.000 untuk simpanan," katanya.
Menurut Sandi, rekening SimPel bukan hanya tempat menyimpan uang, tapi juga media latihan finansial bagi pelajar sebelum menghadapi kehidupan mandiri.
OJK juga memberikan pemahaman risiko layanan keuangan agar pelajar tidak mudah terjerumus pada penawaran merugikan, termasuk pinjaman dan investasi ilegal.
"Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 itu dibentuk fungsinya itu ada tiga: mengatur, mengawasi, dan melindungi. Melindungi itu yang penting juga," ujar Sandi.
Ia menambahkan bahwa edukasi ini penting sebagai bekal pelajar saat memasuki perguruan tinggi dan dunia kerja dengan kebutuhan finansial lebih kompleks.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pembukaan rekening SimPel bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal agar rekening tetap aktif dan pelajar terus menabung.
"Saya menegaskan bahwa rekor ini bukan tujuan akhir. Rekor ini adalah penanda bahwa kita mampu bergerak bersama dalam skala besar. Rekor selesai, tapi yang jauh lebih penting adalah membuat rekening yang telah dibuka tetap aktif, anak-anak kita terus menabung, dan program ini kita bangun melalui pendampingan yang berkelanjutan," ujarnya.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, mengajak pelajar bijak menyisihkan uang jajan agar terbiasa menabung dan bertanggung jawab secara finansial.
"Jadi seperti yang disampaikan tadi juga oleh berbagai narasumber bahwa dengan momentum ini, melalui kesempatan ini kami mengajak anak-anak di Rote Ndao untuk secara bijak menyisihkan mungkin yang diberikan uang jajan oleh orang tuanya, bisa disisihkan setiap hari atau setiap minggu, setiap bulan, menyisihkan sedikit dari uang jajan mereka untuk mulai belajar menabung," kata Paulus.
Gerakan pembukaan rekening SimPel ini tercatat sebagai Rekor MURI dengan 220.194 rekening dibuka serentak di 22 kabupaten/kota se-NTT, menunjukkan kolaborasi luas dalam memperluas akses layanan keuangan pelajar, dilansir dari Detik Finance.
Sub Manager Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya, Shabrina Kirgizia Hanum, mengingatkan pentingnya literasi dan inklusi keuangan yang berjalan bersamaan agar pelajar memahami keamanan layanan keuangan.
"Jadi ada gap ya teman-teman antara literasi dan juga inklusi. Dan ini sebenarnya tidak boleh karena inklusi dan literasi ini harus berjalan beriringan," ujar Shabrina.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow