Mentan Amran Sulaiman Sebut Mafia Beras Picu Kenaikan Harga Pasar

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai praktik mafia beras menjadi salah satu pemicu kenaikan harga pasar di tengah upaya pemerintah mengejar target swasembada pangan pada Jumat (31/7/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Kementerian Pertanian juga menemukan adanya indikasi penyimpangan tata niaga pada beras fortifikasi. Produk beras bernutrisi tinggi yang seharusnya dijual terjangkau justru dipasarkan hingga Rp 42.000 per kilogram di pasaran.

"Jadi gini, kami sudah kerja dengan teman-teman setengah mati siang malam untuk swasembada. Terus harga naik kita yang di-bully. Dia (mafia) yang aman-aman saja," ujar Amran di kediamannya, Jakarta.

Kementerian Pertanian lantas menggandeng laboratorium independen untuk melakukan pengujian sampel beras fortifikasi. Hasil tes menunjukkan sekitar 80 persen sampel terdaftar tidak memenuhi standar mutu gizi yang ditetapkan dalam SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025.

"Ada yang memainkan lagi persoalan beras Indonesia, melakukan pergeseran dari beras premium ke fortifikasi," ungkap Amran.

Pemerintah berencana mengumumkan nama-nama produsen yang melanggar setelah prosedur penegakan hukum selesai. Selain penindakan hukum, sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha akan dijatuhkan kepada produsen yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Kalau saya lebih cepat lebih baik. Mudah-mudahan lebih cepat itu nanti," pungkas Amran.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed