Mengenal Orong-Orong Serangga Bawah Tanah yang Kerap Masuk Rumah

Smallest Font
Largest Font

Orong-orong atau jangkrik tanah menjadi salah satu serangga yang mudah ditemukan di sekitar area pemukiman. Hewan yang berasal dari famili Gryllotalpidae ini memiliki habitat asli di dalam tanah.

Seperti dilansir dari Detikcom, jangkrik tanah memiliki karakteristik bentuk tubuh silindris yang menyerupai tabung. Serangga yang juga populer dengan sebutan anjing tanah ini mempunyai kepala runcing dan lapisan bulu halus.

Hewan ini kerap dikategorikan sebagai hama di berbagai wilayah karena merusak tanaman sayuran, rerumputan, serta pakan ternak. Orong-orong bertahan hidup dengan mengonsumsi rumput, akar-akaran, hingga pucuk tanaman.

Jangkrik tanah biasanya membuat sarang dengan cara menggali lubang di bawah tanah. Kedalaman lubang yang mereka buat dapat mencapai 15 hingga 20 sentimeter. Walaupun hidup di dalam tanah, hewan ini dilengkapi dengan sayap dan memiliki kemampuan terbang pada malam hari.

Habitat alami serangga ini meliputi halaman rumah, ladang rumput, padang penggembalaan, hingga lapangan golf. Kondisi lingkungan tersebut yang membuat orong-orong sering kali bergerak masuk ke dalam area rumah.

Genangan air akibat hujan menjadi pemicu utama jangkrik tanah keluar dari sarangnya. Mereka akan bermigrasi untuk mencari permukaan tanah yang lebih kering. Selain itu, pancaran cahaya lampu yang terang pada malam hari turut menarik perhatian mereka untuk masuk ke dalam hunian.

Tingkat Bahaya dan Pengendalian Jangkrik Tanah

Meskipun sering dicap sebagai hama tanaman, orong-orong pada dasarnya tidak membahayakan keselamatan manusia. Para ahli menyatakan bahwa jenis serangga ini tidak memiliki sengat yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Namun, jangkrik tanah diketahui dapat menggigit apabila dipegang secara langsung. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak menyentuh serangga ini dengan tangan telanjang ketika menemukannya.

Bagi sektor pertanian, keberadaan hewan ini cukup merugikan karena kapasitas reproduksinya yang tinggi. Orong-orong betina mampu menghasilkan hingga puluhan butir telur di dalam tanah.

Petani umumnya menerapkan metode pengendalian alami dengan menanam jenis rumput yang tahan terhadap aktivitas jangkrik tanah. Di ekosistem alam, populasi serangga ini dikendalikan oleh sejumlah predator alami seperti ayam, burung, dan tikus.

Jenis-Jenis Orong-Orong

Terdapat beberapa varietas jangkrik tanah yang telah diidentifikasi, antara lain:

1. Jangkrik Tanah Cokelat (Neoscapteriscus vicinus)

Jenis ini menjadi ancaman utama bagi pemilik hunian dan pengelola lapangan golf. Mereka merusak vegetasi dengan memakan tunas serta akar rumput sekaligus membentuk jaringan terowongan di bawah tanah.

Spesies ini awalnya terbawa oleh kapal dari Amerika Selatan menuju Amerika Serikat pada akhir periode 1800-an. Saat ini, populasinya berkembang pesat di wilayah pesisir berpasir kawasan tenggara.

2. Jangkrik Tanah Selatan (Neoscapteriscus borellii)

Varietas ini masuk ke wilayah Amerika dalam periode waktu yang hampir bersamaan dengan jangkrik tanah cokelat. Berbeda dengan jenis cokelat, jangkrik tanah selatan tidak mengonsumsi rumput, tetapi struktur terowongan yang mereka gali tetap memicu kerusakan masif pada permukaan tanah.

3. Jangkrik Tanah Bersayap Pendek (Neoscapteriscus abbreviatus)

Spesies ini tidak memiliki kemampuan untuk terbang karena ukuran sayapnya yang pendek. Karakteristik fisik utamanya ditandai dengan warna tubuh cokelat muda atau keputihan yang disertai bintik-bintik gelap.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: detik.com without altering the facts of the original article.
Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed