Lucky Hakim Nyaris Dipeluk Saat Upacara HUT RI Indramayu

Smallest Font
Largest Font

Artis Lucky Hakim menjalani upacara HUT RI ke-81 sebagai Bupati Indramayu sejak Februari 2025 dan menceritakan insiden saat pengibaran bendera di Alun-alun Indramayu, Senin (17/8). Ia menyebut ada wanita berlari ke tengah hingga sempat heboh dan dievakuasi petugas.

dilansir dari Detik Hot, upacara diikuti jajaran bupati serta peserta di tengah lapangan terbuka saat prosesi berlangsung.

"Jadi saat prosesi pengibaran bendera, tiba-tiba ada ibu-ibu lari masuk ke arah tengah, histeris teriak, nggak tahu mau apa, saya tidak tahu persis dari mana, karena lapangan terbuka untuk umum dan banyak penonton di sekeliling alun-alun, semua peserta dan peserta sepertinya sedang fokus melihat tiang bendera," ujar Lucky Hakim.

Ia mengatakan petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP mengevakuasi wanita tersebut menuju RSUD Indramayu untuk penanganan medis.

"Iya lalu diamankan ke arah belakang, saya nggak bisa lihat karena lagi posisi hormat bendera, bersama kapolres dan dandim, mungkin diamankan," tuturnya.

Lucky Hakim, yang berusia 48 tahun, menilai kejadian ingin dipeluk sebagai hal unik namun tetap ditangani dengan baik.

"Saya sempat tanya, setelah acara, katanya ODGJ, saya kurang paham, tapi pastinya diamankan secara humanislah, kan mau ODGJ atau tidak, selama tidak membahayakan maka kita perlakukan dengan baik dan selayaknya, kecuali memang misalnya membawa senjata tajam dan akan menyerang mungkin akan diproses lebih lanjut. Ya ini ibarat kejutan unik saja," katanya.

Selain insiden tersebut, perhatian publik juga tertuju pada kebijakan upacara yang tidak menyediakan tenda peneduh dan kursi khusus pejabat.

Lucky Hakim menyebut seluruh jajaran birokrasi dan anggota dewan berdiri berjemur di bawah sengatan matahari selama dua jam.

"Saya mohon maaf kepada para anggota dewan, DPRD, kepada para pejabat, para petinggi, para elit, juga para tamu undangan yang terhormat nan mulia, saya tidak menyediakan kursi, malah saya mengajak semuanya sama-sama berdiri dua jam di lapangan, tanpa hidangan, minuman dingin nan buah-buahan, cemilan. Maafkan saya yang tidak memberikan tenda peneduh malahan saya membuat semua tamu undangan yang mulia untuk sama-sama merasakan panas tanpa AC tanpa tenda peneduh. Sama-sama kita semua bersama peserta upacara, rakyat yang menonton, para pedagang, para media peliput, para penjaga, semuanya merasakan nikmatnya sinar matahari nan sehat ini. Kita serap anugerah ilahi sinar matahari penuh dengan vitamin D," ujarnya.

Ia menjelaskan alasan fasilitas tersebut tidak disiapkan sebagai upaya menumbuhkan empati dan kepekaan sosial kepada para pemangku kebijakan.

"Jadi ketika kita mengambil keputusan-keputusan penting untuk rakyat Indramayu di ruangan ber-AC, duduk di kursi nan nyaman dengan hidangan cemilan nikmat, kita akan ingat momen upacara agustusan ini yang bahwa di luar sana masyarakat juga lelah berdiri, dengan perut yang juga kadang masih lapar tapi harus bekerja di bawah terik matahari," pungkasnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed