Lippo Karawaci Raih Pra Penjualan Rp 3,7 Triliun pada Semester I-2026
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan capaian positif dengan membukukan pra penjualan sebesar Rp 3,70 triliun sepanjang semester I-2026. Angka tersebut setara 62% dari target yang ditetapkan tahun ini, dilansir dari Investor Daily. Pertumbuhan kinerja perseroan ditopang oleh permintaan yang tetap kuat pada segmen rumah terjangkau dan menengah.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, LPKR mengantongi pendapatan sebesar Rp 3,61 triliun. Laba bersih perseroan tercatat mencapai Rp 385 miliar pada paruh pertama tahun ini. Sementara itu, EBITDA LPKR mengalami peningkatan 20% menjadi Rp 754 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 627 miliar.
Posisi kas perseroan tercatat berada di level Rp 1,41 triliun hingga akhir Juni 2026. Di segmen real estat, hunian tapak mendominasi kontribusi dengan porsi mencapai 79% dari total pra penjualan.
Pencapaian segmen tersebut didukung oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 & 8 yang mencakup berbagai tipe, seperti Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops. Penjualan produk ini mendapat sambutan baik dari pengguna akhir dan pembeli rumah pertama. Penjualan rumah tinggal di lingkungan Lippo Karawaci (Holdco) menyumbang Rp 2,22 triliun. Selebihnya berasal dari unit komersial Rp 464 miliar, lahan pemakaman San Diego Hills Rp 65 miliar, serta kavling tanah Rp 30 miliar.
Sebanyak 72% transaksi pembelian rumah direalisasikan melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini mengindikasikan besarnya dominasi pembeli pengguna akhir dalam strategi penyediaan hunian terjangkau LPKR. Segmen lifestyle turut mencatatkan tren positif dengan raihan pendapatan Rp 605 miliar. EBITDA segmen ini tumbuh 11% menjadi Rp 236 miliar, sedangkan laba bersih naik menjadi Rp 131 miliar dari sebelumnya Rp 111 miliar.
Secara operasional, rata-rata tarif kamar hotel tetap stabil pada kisaran Rp 635 ribu dengan tingkat keterisian kamar atau okupansi sebesar 54%. Aktivitas bisnis pusat perbelanjaan juga menunjukkan pemulihan ritel. Jumlah kunjungan tercatat meningkat 1% secara tahunan menjadi rata-rata 11,2 juta pengunjung setiap bulannya. CEO LPKR John Riady menegaskan bahwa perseroan berfokus melanjutkan pengembangan proyek township dengan menerapkan disiplin pengelolaan modal dan operasional.
"Kami senang melihat momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estate kami, dengan pra penjualan mencapai Rp 3,70 triliun atau setara 62% dari target sepanjang tahun. Permintaan tetap didominasi oleh hunian tapak, khususnya pada segmen rumah terjangkau dan menengah yang menjadi fokus utama strategi kami," ujar John Riady.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow