Lionel Messi Antar Inter Miami Ungguli Philadelphia Union 2-1
Aksi individu Lionel Messi membangkitkan Inter Miami dari ketertinggalan hingga balik memimpin 2-1 atas tuan rumah Philadelphia Union dalam laga MLS di Subaru Park pada Rabu (19/8/2026) malam waktu setempat.
Klub asal Miami tersebut sempat tertinggal lebih dulu akibat gol mantan pemain mereka, Indiana Vassilev, pada menit ke-11. Umpan silang Messi kemudian diteruskan Luis Suarez dengan sundulan sebelum diselesaikan Daniel Pinter menjadi gol penyeimbang.
Gol tersebut merupakan torehan perdana di MLS bagi Pinter yang baru berusia 19 tahun setelah dipromosikan dari tim kedua Inter Miami pada awal musim ini.
Lima menit berselang, Messi mencetak gol keunggulan Miami lewat tembakan terarah di antara kawalan tiga pemain bertahan lawan. Ini merupakan gol pertamanya sejak kembali dari jeda Piala Dunia sekaligus gol pertama usai wafatnya sang ayah, Jorge, dua pekan lalu.
Tambahan satu gol ini mengukuhkan koleksi Messi menjadi 13 gol musim ini, menempatkannya di posisi kedua dalam perburuan Sepatu Emas MLS di bawah penyerang FC Dallas, Petar Musa.
Keunggulan 2-1 untuk Inter Miami tersebut bertahan hingga babak pertama usai. Di posisi penjaga gawang, Dayne St. Clair kembali dipercaya sebagai starter menggeser Rocco Rios Novo usai kekalahan dari Nashville pekan lalu.
St. Clair, yang menyabet gelar MLS Goalkeeper of the Year 2025 bersama Minnesota United, memperkuat lini belakang Miami bersama Ian Fray, Gonzalo Lujan, Maxi Falcon, Sergio Reguilon, Casemiro, Yannick Bright, dan Telasco Segovia, sementara Rodrigo De Paul absen akibat akumulasi kartu kuning.
Pelatih Philadelphia Union, Ryan Richter, mengungkapkan strategi utama untuk meredam kebangkitan Miami adalah dengan membatasi pergerakan Messi di area permainan.
"Saya pikir itu sudah menjadi rencana banyak tim selama 20 tahun terakhir, tetapi penerapannya tidak pernah semudah itu," kata Ryan Richter, Pelatih Philadelphia Union.
Richter menilai penguasaan bola Messi selalu menghadirkan ancaman nyata bagi lini pertahanan tim manapun yang dihadapinya.
"Ketika Messi menguasai bola, dia adalah pembeda, dan Anda harus menutup suplai bola kepadanya sedapat mungkin dengan tidak memberikan waktu dan ruang bagi lini tengah mereka untuk melepaskan umpan ke depan," ujar Ryan Richter, Pelatih Philadelphia Union.
Ia menambahkan bahwa skema bertahan tersebut menuntut komitkan penuh dari seluruh pemain sepanjang pertandingan.
"Ini harus menjadi upaya tim yang berkomitmen dan fokus selama 90 menit agar ruang tidak terlalu terbuka saat dia berada di posisi yang bisa mendorong bola ke depan dan menciptakan peluang," kata Ryan Richter, Pelatih Philadelphia Union.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow