Leif Davis Tegaskan Standar Performa Ipswich Town Jelang Musim Baru

Smallest Font
Largest Font

Bek Ipswich Town Leif Davis menegaskan bahwa uji coba melawan Union Berlin di Stadion An der Alten Foersterei menjadi momen penting untuk menetapkan standar performa tim menjelang pembukaan Liga Premier Inggris pekan depan.

Persiapan The Blues menyongsong musim baru dilanjutkan lewat pemusatan latihan di Jerman setelah sebelumnya mencatatkan kemenangan kandang atas Le Havre dan Rayo Vallecano di Portman Road.

Gelandang anyar Sasa Lukic melakoni debutnya sebagai starter berduet dengan Marcelino Nunez, sementara lini belakang dikawal kapten Dara O'Shea, Issa Diop, Jacob Greaves, Leif Davis, serta kiper Kjell Scherpen.

Sektor penyerangan diisi Sindre Walle Egeli, Jack Clarke, Daizen Maeda, dan Emersonn. Di bangku cadangan, Jaden Philogene dan Christian Walton kembali setelah pulih dari cedera, sedangkan Florentino Luis dan Abdul Fatawu absen akibat cedera ringan.

Davis menggarisbawahi pentingnya membangun mentalitas pemenang dan atmosfer kompetitif di dalam skuad saat melakoni laga tandang menghadapi tim dari liga top Eropa.

"Bahkan dalam pertandingan persahabatan, Anda ingin tetap kompetitif. Ini adalah seminggu sebelum musim dimulai, di sinilah standar harus ditetapkan sekarang," kata Davis, bek Ipswich Town.

Ia menargetkan hasil positif sebelum bersua Sunderland pada laga pertama Liga Premier Inggris.

"Kami jelas ingin meraih kemenangan, menutup pra-musim dengan baik, dan mendapatkan rasa menang itu. Jika kami menang di tandang besok dan menampilkan performa bagus, itu akan memberikan dorongan positif untuk bermain di tandang melawan pendukung lawan," ujar Davis, bek Ipswich Town.

Skuad asuhan Gary O'Neil memanfaatkan pemusatan latihan di Jerman untuk mengasah taktik, fisik, serta kebersamaan tim.

"Kami harus menciptakan atmosfer kami sendiri di lapangan. Ini mungkin akan menjadi atmosfer yang bagus besok, tetapi kami harus menciptakan atmosfer kami sendiri di lapangan seperti yang kami usahakan di setiap pertandingan tandang dan mengambil atmosfer itu dari mereka," tutur Davis, bek Ipswich Town.

Pengalaman bertanding melawan klub Jerman menjadi modal berharga bagi Ipswich Town untuk menghadapi intensitas tinggi.

"Kami baru berada di sini selama dua hari. Kami datang pada Rabu malam, makan malam bersama seluruh tim yang terasa menyenangkan. Kami berlatih kemarin, sesi yang bagus, membuat kaki kembali bergerak," ucap Davis, bek Ipswich Town.

Pemusatan latihan ini sekaligus mempermudah proses adaptasi para pemain baru.

"Cuacanya sedikit hangat seperti di rumah, tetapi bagus untuk mendapat pertandingan lain pada hari Sabtu, mendapatkan menit bermain di kaki, dan mencoba bersiap untuk akhir pekan depan serta pertandingan pertama musim ini," kata Davis, bek Ipswich Town.

Davis turut memuji kualitas persaingan di kompetisi kasta tertinggi Jerman tersebut.

"Bundesliga adalah liga yang bagus juga, liga yang tangguh dengan tim-tim bagus di dalamnya. Itu sebabnya banyak pemain bagus muncul dari sana juga," ujar Davis, bek Ipswich Town.

Ia menyebut kehadiran deretan pemain bintang sebagai bukti tingginya level kompetisi Bundesliga.

"Anda mendapati Harry Kane bermain di Jerman, Anda pernah mendapati [Erling] Haaland dan Jude [Bellingham] bermain di sana. Ini adalah liga besar dengan beberapa nama besar di dalamnya," tutur Davis, bek Ipswich Town.

Menghadapi peserta Liga Champions dinilainya memberikan dorongan kepercayaan diri tambahan bagi tim.

"Ini akan menjadi tantangan berat dan pertandingan yang sulit. Kami bermain melawan tim Bundesliga di Austria terakhir kali, dan mereka adalah lawan yang bagus serta tim yang bagus. Kami akan berlatih hari ini dan bersiap untuk pertandingan itu serta mempersiapkan diri dengan baik," ucap Davis, bek Ipswich Town.

Ipswich Town tercatat pernah bertemu Fortuna Dusseldorf, Hoffenheim, RB Leipzig, dan Werder Bremen dalam tiga tahun terakhir.

"Kami bermain melawan Leipzig di Piala Innsbruck dan Werder Bremen juga. Sangat menyenangkan bisa memenangkannya, tetapi dua tim bagus juga dengan Leipzig bermain di Liga Champions. Menjajal kemampuan melawan tim-tim seperti itu selalu menjadi tantangan yang bagus," kata Davis, bek Ipswich Town.

Di luar lapangan, kebersamaan para pemain diisi dengan berbagai kegiatan santai selama perjalanan.

"Tidak kali ini. Perjalanan ini lebih santai. Saya dan Dara [O'Shea] sedang bermain puzzle kata di pesawat, dia membuat kami bermain puzzle kata sekarang," ujar Davis, bek Ipswich Town.

Para pemain memilih berinteraksi satu sama lain dibanding menghabiskan waktu dengan gawai.

"Kami memiliki buku puzzle surat kabar ini, dan kami duduk di sana lama sekali menyelesaikan puzzle kata demi puzzle kata. Kami hanya membeli banyak dan bisa memainkannya saat perjalanan tandang, jadi kami duduk memainkannya sepanjang penerbangan. Ini lebih baik daripada duduk melihat ponsel sepanjang waktu," tutur Davis, bek Ipswich Town.

Suasana akrab juga terbentuk dari aktivitas permainan di hotel tempat menginap.

"Saya berharap selanjutnya bukan permainan kartu, konsentrasi saya sering hilang saat bermain kartu. Ada kelompok bagus yang bermain Uno juga, Chuba [Akpom] memainkannya di malam hari dan itu menjadi sangat kompetitif. Saya duduk di sini tadi malam dan Anda bisa mendengar mereka berteriak sepanjang malam," ucap Davis, bek Ipswich Town.

Menurutnya, kekompakan di luar lapangan berdampak langsung pada performa tim di dalam lapangan.

"Sangat bagus memiliki moral skuad seperti itu dan para pemain menikmati diri mereka sendiri. Itu hal utama bagi saya, selama mereka akur satu sama lain di luar lapangan, saat itulah koneksi muncul di lapangan. Menjadi bagian penting untuk bersatu di luar lapangan," kata Davis, bek Ipswich Town.

Kedatangan delapan penggawa anyar disambut hangat guna mempercepat penyatuan skuad.

"Ulang tahun Saša kemarin. Dia pria yang hebat dan saya berbicara sedikit dengannya tentang bagaimana dia menilai Fulham dan bagaimana dia menyesuaikan diri," ujar Davis, bek Ipswich Town.

Proses adaptasi dinilai berjalan mulus bagi para pemain baru.

"Selalu baik membuat orang merasa disambut. Saya ingat ketika pertama kali datang ke sini dan saya sedikit gugup, tetapi Anda dapat melihat bahwa para pemain telah menyesuaikan diri dengan sangat cepat," tutur Davis, bek Ipswich Town.

Kontribusi amunisi baru dinilai kian memperdalam kekuatan skuad Ipswich Town.

"Tino [Florentino Luís] telah menyesuaikan diri dengan sangat cepat juga. Dia menjalani pertandingan pertamanya beberapa hari yang lalu, memberikan assist, dan Anda dapat melihat kualitasnya. Emersonn, Anda dapat melihat kekuatannya, Abdul [Fatawu], Anda dapat melihat betapa bagusnya dia dalam menguasai bola," ucap Davis, bek Ipswich Town.

Sementara itu, dua pemain Ipswich Town yakni George Hirst dan Alex Palmer tidak masuk dalam rombongan tim karena sedang masuk radar transfer Stoke City dan Sunderland.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed