Laba BRI Merekap Rp30,86 Triliun Pada Semester I 2026
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp30,86 triliun pada semester I-2026. Capaian ini tumbuh 17,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp26,28 triliun. Pertumbuhan kinerja keuangan BRI ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga konsolidasi yang mencapai Rp107,92 triliun, meningkat dari Rp102,38 triliun pada paruh pertama 2025.
Di sisi lain, beban bunga berhasil ditekan hingga turun 5,87 persen secara tahunan menjadi Rp27,39 triliun. Kombinasi pendapatan dan efisiensi beban tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI melonjak 9,91 persen menjadi Rp80,53 triliun. Laba per saham perusahaan pun mencatatkan peningkatan dari Rp174 menjadi Rp205 per lembar saham.
Meskipun demikian, peningkatan laba ini dibayangi kenaikan beban pencadangan aset keuangan yang naik 9,64 persen menjadi Rp25,51 triliun. Selain itu, rasio margin bunga bersih (NIM) perseroan mengalami penyempitan ke level 6,40 persen dari posisi sebelumnya 6,58 persen.
Dari sisi rasio profitabilitas, Return on Equity (ROE) BRI meningkat ke level 22,59 persen dari periode semester I-2025 yang tercatat 21,09 persen. Tingkat efisiensi operasional juga membaik, ditandai penurunan Cost to Income Ratio (CIR) dari 38,52 persen menjadi 35,49 persen. Hingga akhir Juni 2026, total aset konsolidasian BRI menembus Rp2.352,38 triliun. Penyaluran kredit konsolidasian tercatat sebesar Rp1.580,42 triliun, disokong pembiayaan syariah Rp61,21 triliun dan piutang pembiayaan Rp3,90 triliun, dengan rasio NPL gross yang membaik ke level 3,15 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow