Laba Bersih Vale Indonesia Naik 17 Persen Pada Kuartal II 2026
PT Vale Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar US$60,8 juta pada kuartal II-2026, meningkat 17 persen secara tahunan, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Kamis (30/7/2026).
Capaian emiten bersandi saham INCO tersebut setara dengan 45 persen hingga 50 persen dari proyeksi Citi dan konsensus analis untuk setahun penuh. Lonjakan kinerja ini ditopang oleh penjualan bijih nikel yang melambung hingga 37 kali secara tahunan.
Di sisi lain, penjualan nikel matte perseroan hanya tumbuh 1 persen secara kuartalan akibat adanya perawatan pada tungku 3. Citi mencatat biaya kas nikel matte mengalami penurunan 4 persen secara kuartalan menjadi US$10 ribu per ton, sementara rata-rata harga penjualan naik 4 persen menjadi US$14.766 per ton.
"Penjualan bijih nikel naik tajam, sebanyak 37 kali secara tahunan pada kuartal II lalu. Tetapi, penjualan nikel matte INCO hanya tumbuh 1% secara kuartalan, seiring perawatan tungku 3," tulis Citi.
Prospek pertumbuhan jangka menengah anak usaha MIND ID ini dinilai tetap solid seiring berjalannya proyek nikel hilir serta pengerjaan infrastruktur tambang di Bahodopi dan Pomalaa. Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya yang disetujui, alokasi penjualan nikel perseroan tahun ini mencapai 8,1 juta ton, terdiri atas 6,4 juta ton nikel saprolit dan 1,7 juta ton limonit.
Lembaga riset Citi menetapkan rekomendasi beli untuk saham INCO dengan target harga Rp9.600, yang mencerminkan potensi kenaikan 106,9 persen dari harga riset Rp4.640 per saham. Estimasi imbal hasil dividen diproyeksikan sebesar 0,8 persen sehingga total potensi imbal hasil pemegang saham mencapai 107,7 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow