Laba Bersih PT Vale Indonesia Melesat 313 Persen Pada Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan lonjakan laba bersih hingga 313,41 persen menjadi USD 104,38 juta pada semester I 2026 dibanding USD 25,25 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan kinerja keuangan emiten nikel ini ditopang oleh ekspansi margin, penguatan efisiensi beban, serta kenaikan total pendapatan perseroan pada Kamis (30/7/2026).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan PT Vale tercatat naik 27,26 persen YoY dari USD 426,74 juta menjadi USD 543,07 juta. Capaian laba kotor melesat 404,94 persen menjadi USD 152,29 juta, sedangkan laba usaha melonjak signifikan mencapai USD 134,14 juta dari sebelumnya USD 6,22 juta pada semester I 2025.

Peningkatan pendapatan terutama bersumber dari penjualan bijih nikel yang berkontribusi sebesar USD 142 juta atau 26 persen dari total pendapatan. Di sisi lain, pendapatan dari segmen nikel matte mengalami penurunan 5 persen YoY akibat volume penjualan yang merosot 21,24 persen menjadi 27.659 ton, kendati harga jual rata-rata (ASP) naik 21 persen menjadi USD 14.491 per ton.

Dari aspek operasional, total produksi nikel dalam matte pada paruh pertama 2026 tercatat sebanyak 29.773 metrik ton, atau turun 16,33 persen dibanding 35.584 metrik ton pada semester I 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh perawatan tanur listrik, sebelum akhirnya membaik pada kuartal II 2026 dengan produksi mencapai 16.153 ton setelah rampungnya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto menyampaikan bahwa perseroan terus mempercepat pengerjaan proyek strategis di sektor hilir nikel.

"Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional," ujar Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale.

Langkah pengembangan tersebut didukung oleh realisasi belanja modal perseroan sebesar USD 116 juta sepanjang kuartal II 2026, termasuk untuk pengerjaan proyek HPAL di Morowali. Aktivitas investasi tersebut berdampak pada penurunan posisi kas dan setara kas menjadi USD 110,66 juta per akhir Juni 2026.

Meski dihadapkan pada kenaikan biaya energi akibat gejolak geopolitik—seperti kenaikan harga HSFO sebesar 25 persen, diesel 40 persen, dan batu bara 12 persen—perseroan berhasil menekan biaya tunai pokok penjualan nikel matte turun menjadi USD 10.005 per ton pada kuartal II 2026.

Secara keseluruhan, struktur neraca PT Vale tetap terjaga stabil dengan total aset mencapai USD 3,38 miliar dan total ekuitas naik menjadi USD 2,83 miliar. Rasio utang terhadap modal (DER) tercatat sangat rendah berada di level 0,19 kali dengan Current Ratio sebesar 1,58 kali.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed