Laba Bersih Adaro Andalan Indonesia Naik 10 Persen di Semester I 2026
PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) meraih pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I-2026 yang disokong oleh lonjakan penjualan batu bara domestik serta tambahan pemasukan dari segmen logistik dan ketenagalistrikan, dilansir dari Investor Daily pada Senin (31/8/2026).
Pendapatan usaha emiten yang terafiliasi dengan Boy Thohir ini tercatat mencapai US$ 2,55 miliar atau sekitar Rp 45,48 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,13 persen secara tahunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 2,40 miliar. Sementara itu, laba bruto perseroan turut terkerek menjadi US$ 782,70 juta dari posisi sebelumnya US$ 695,52 juta.
Pertumbuhan pendapatan tersebut berimbas positif pada perolehan laba bersih perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
"Laba bersih atribusi induk US$ 473,77 juta (Rp 8,46 triliun), naik 10,52% yoy dari US$ 428,68 juta," sebut BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam catatannya, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan rincian struktur penjualan, batu bara pihak ketiga menyumbang US$ 2,22 miliar. Capaian ekspor tercatat sebesar US$ 1,82 miliar, sedikit mengalami penurunan dari angka sebelumnya US$ 1,86 miliar. Sebaliknya, hasil penjualan untuk pasar domestik melonjak menjadi US$ 400,43 juta dari sebelumnya US$ 343,75 juta. Di luar sektor pertambangan, divisi logistik menyumbangkan US$ 109,19 juta, sedangkan bisnis ketenagalistrikan dari sewa aset dan jasa O&M berkontribusi sebesar US$ 44,21 juta.
Distribusi pasar domestik tercatat memberikan porsi terbesar dalam pendapatan perseroan, di samping beberapa pasar ekspor utama di kawasan Asia.
"Pasar domestik jadi kontributor terbesar US$ 721,00 juta, disusul ekspor ke India (US$ 453,29 juta), Malaysia (US$ 451,15 juta), Korea (US$ 219,42 juta), dan China (US$ 199,65 juta)," pungkas BRIDS.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow