Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS Menguat 188 Poin Periode 13-17 Juli 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencatatkan penguatan sebesar 188 poin atau 1,03 persen dalam sepekan terakhir. Mata uang Indonesia bergerak dari posisi Rp 18.109 menuju level Rp 17.921 selama periode 13 Juli hingga 17 Juli 2026.
Dilansir dari Investor Daily, pergerakan mata uang ini diawali pada Senin, 13 Juli 2026 saat kurs rupiah dibuka melemah 26 poin (0,14 persen) ke posisi Rp 18.091 per dolar AS. Pada penutupan hari yang sama, rupiah melemah 44 poin (0,24 persen) ke level Rp 18.109 per dolar AS.
Pelemahan berlanjut pada Selasa, 14 Juli 2026 dengan pembukaan yang merosot 15 poin (0,08 persen) ke level Rp 18.124 per dolar AS. Kendati demikian, performa rupiah berbalik pada sore hari dan ditutup menguat 18 poin (0,10 persen) di posisi Rp 18.091 per dolar AS.
Apresiasi mata uang garuda berlanjut pada Rabu, 15 Juli 2026 dengan pembukaan yang menguat 24 poin (0,13 persen) menjadi Rp 18.067 per dolar AS. Tren positif ini terjaga hingga penutupan perdagangan dengan penguatan 23 poin (0,13 persen) ke level Rp 18.068 per dolar AS.
Tekanan sempat kembali pada Kamis, 16 Juli 2026 ketika pasar dibuka melemah tipis 3 poin (0,02 persen) ke posisi Rp 18.071 per dolar AS. Namun, rupiah berhasil rebound di sore hari dengan melonjak 82 poin (0,45 persen) hingga mendarat di level Rp 17.986 per dolar AS.
Arah penguatan semakin solid pada Jumat, 17 Juli 2026 saat rupiah dibuka menguat 6 poin (0,03 persen) ke level Rp 17.980 per dolar AS. Perdagangan akhir pekan kemudian ditutup dengan penguatan 65 poin (0,36 persen) di posisi Rp 17.921 per dolar AS.
Tren positif mata uang domestik ini diperkirakan masih berpeluang berlanjut pada awal pekan depan.
"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah bakal fluktuatif namun diperkirakan menguat di rentang Rp 17.870 - Rp 17.930 per dolar AS," ungkap Ibrahim dalam keterangannya pada Jumat (27/7/2026).
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, juga memproyeksikan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah untuk sepekan ke depan akan berkisar di antara level Rp 17.750 hingga Rp 18.050 per dolar AS.
Potensi apresiasi mata uang nasional ini dinilai tetap terbuka di tengah bayang-bayang sentimen global. Pasar luar negeri saat ini masih mencermati konflik berkepanjangan antara AS dan Iran di kawasan Timur Tengah yang memicu tingginya harga minyak mentah dunia serta kekhawatiran eskalasi inflasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow