Kuasa Hukum Ungkap Ancaman Lelang dan Gangguan Penagihan Rumah Sarwendah
Kuasa hukum Sarwendah mengungkap ancaman lelang rumah dan gangguan penagihan utang yang dialami kliennya sejak Oktober 2025, seperti dilansir dari Detik Hot.
Abraham Simon dari tim hukum Sarwendah menunjukkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) dari bank yang membuktikan rumah mereka di kawasan BDN terancam disita dan dilelang karena masalah cicilan.
"Ini adalah salah satu surat peringatan ketiga (SP3) dari bank, yang ditujukan kepada klien dan RO yang kami terima di rumah BDN. Di sini bisa dilihat, ini adalah peringatan ketiga," ujar Abraham Simon di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Dokumen resmi tertanggal 1 Oktober 2025 itu membantah tuduhan bahwa isu lelang rumah hanya karangan pihak Sarwendah.
"Apabila dalam waktu yang telah ditentukan tersebut debitur tidak melakukan pelunasan utang, maka kami akan menggunakan hak-hak hukum kami termasuk tetapi tidak terbatas dengan melaksanakan eksekusi lelang dan agunan. Jadi lelang itu nyata, ada rencananya, ada suratnya," tambah Abraham Simon.
Selain masalah lelang aset, tim hukum Sarwendah juga mengungkap gangguan psikis akibat teror penagihan utang yang terus berlangsung. Mereka menampilkan bukti pesan singkat tagihan cicilan mobil mewah yang bukan milik Sarwendah.
"Mengenai utang-utang sepertinya, kan sudah dikonfirmasi ya sama pihak sana bahwa memang ada tagihan ya. Mungkin yang kami bisa tunjukkan adalah ini, dari bank. Ini terkait mobil Mini Cooper. Klien kami merasa tidak pernah memiliki mobil Mini Cooper yang dimaksud ini," jelas Mark Adrianus Ambarita, kuasa hukum Sarwendah.
Teror penagihan ini masih berlangsung sampai April dan Mei 2026, yang menjadi alasan Sarwendah ingin pindah dari rumah lama demi menjaga kondisi mental anak-anaknya.
"Ini April tanggal 6 2026, ini tanggal 7 juga, ini juga Mei, yang terbaru itu bulan Mei juga kan dihubungi berkali-kali. Jadi kalau dia bilang 'Masa media ini ya', faktanya ini kok. Masa debt collector nggak baca berita, ya faktanya ini. Ada buktinya," pungkas Mark Adrianus Ambarita.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow