KPK Tangkap Tangan Lima Orang Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima orang yang terkait dengan dugaan penerimaan suap dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kamis (20/8).
Dalam OTT ini, dua dari lima orang tersebut adalah Wakil Rektor Unsoed, yaitu Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Norman Arie Prayoga, kata sumber internal KPK kepada CNNIndonesia.com.
KPK membawa lima orang tersebut ke Jakarta setelah pemeriksaan awal di Polresta Banyumas, dengan sebagian membawa dokumen yang diduga berkaitan dengan kasus ini, sebagaimana dilaporkan dari lokasi kejadian.
Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya penyelidikan terhadap oknum selain Wakil Rektor yang terjaring OTT tersebut.
"Bukan hanya Warek, ada oknum lainnya yang sedang didalami oleh penyelidik," ujar Setyo melalui pesan tertulis, Jumat (21/8).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah terkait OTT tersebut.
"Barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah," ujar Budi saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta.
Budi mengungkapkan, sebelumnya KPK menangkap 12 orang di Purwokerto, Banyumas, dan dua orang di Jakarta pada 20 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh orang dari Purwokerto dan dua orang dari Jakarta diperiksa intensif di Gedung Merah Putih KPK.
Keseluruhan sembilan orang ini menjalani pemeriksaan mendalam terkait OTT yang menjerat jajaran Rektorat Unsoed, termasuk Rektor Prof. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Akademik Noor Farid, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayoga.
OTT ini diduga berhubungan dengan transaksi suap dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Fakultas Kedokteran Unsoed.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow