Korban KM Mutiara Sentosa 2 Rugi Rp300 Juta dan Kehilangan 2 Rekan
Kerugian material sebesar Rp300 juta dan hilangnya dua rekan harus dihadapi pasangan suami istri asal Prigen, Pasuruan, Ari Hidayat (47) dan Denik Rohana (31), usai selamat dari insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026).
Musibah tersebut menghanguskan mobil L300 milik mereka beserta tujuh ekor kuda yang hendak diantarkan kepada pembeli di Makassar, Sulawesi Selatan. Selain kerugian berupa fisik kendaraan dan muatan, dua rekan mereka yakni Trala (40) dan Ferdi (20) hingga kini belum ditemukan keberadaannya.
Insiden bermula saat Denik terbangun dari tidur sekitar pukul 06.00 WIB dan melihat kepulan asap membumbung dari bagian bawah kapal.
"Awal kejadian itu, saya bangun tidur, ternyata sudah ada asap di bawah," kata Denik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8/2026).
Ia langsung menemui suaminya yang sedang berada di dek kendaraan untuk memberi makan ternak guna mengecek situasi.
"Terus saya lihat ini asap semakin besar kan. Terus suami saya, saya suruh cek, 'coba dilihat barangkali ada kebakaran atau apa di bawah.' Dicek ternyata sudah terbakar satu mobil," ucapnya.
Denik menduga sumber api berasal dari sebuah truk yang terparkir di area kendaraan. Situasi semakin tidak terkendali ketika titik api terus membesar dan memaksa seluruh penumpang berkumpul di bagian depan kapal.
Ari menyampaikan bahwa para penumpang panik dan diarahkan menuju area terbuka di bagian depan kapal dalam kondisi sudah mengenakan pelampung keselamatan.
"Ya kita kan disuruh ke atas. Ke atas, akhirnya keduanya disuruh ke bawah (area terbuka bagian depan) Kan udah panas, udah merah-merah semua," kata Ari.
Ari menyebut peringatan evakuasi tidak datang dari sirine kapal, melainkan melalui teriakan langsung dari para kru.
"Alarm nggak ada, tapi kalau peringatan ABK ada. Ya 'kebakaran, kebakaran'," ucapnya.
Di tengah situasi panik tersebut, Ari sempat menghubungi keluarganya. Sekitar pukul 14.00 WIB, kobaran api kian membesar hingga seluruh penumpang diperintahkan melompat ke laut.
"Loncat semua. Termasuk sama istri juga," ujarnya.
Pasangan tersebut terombang-ambing di tengah laut selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal bantuan yang melintas.
"Saya dan istri terombang-ambing di laut, selama satu jam kira-kira. Ya untungnya ada kapal tanker itu," kata dia.
Dalam proses evakuasi, Ari melihat sejumlah penumpang tidak berhasil bertahan karena kehabisan tenaga saat mencoba naik ke kapal penyelamat.
"Kan kebanyakan yang meninggal kemarin mau naik kapal tanker itu nggak kuat," ucap dia.
Setelah dievakuasi, Ari dan istrinya tiba di posko Pelabuhan Tanjung Perak pada Senin (3/8/2026) dini hari. Selain menanggung kerugian total atas mobil dan tujuh ekor kuda, Ari kini berfokus menunggu kabar mengenai keberadaan dua rekannya.
"Ya rugi, yang jelas rugi. Apalagi mobilnya juga habis. Kerugian Rp 300 juta. Mobil sama 7 kuda," ujarnya.
Hingga kini, proses pencarian terhadap korban hilang masih dilakukan oleh pihak berwenang.
"Ya untuk sementara ini kan kita kepengin tahu di mana kan teman itu. Kalau masalah yang lainnya kan saya ngikut yang lainnya gitu aja," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow