KOI Dorong Integrasi Ekosistem Olahraga Nasional Usai Kunjungan ke AS
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mendorong penguatan dan transformasi integrasi ekosistem olahraga di Tanah Air guna meningkatkan capaian prestasi atlet di kancah internasional. Langkah ini diambil usai kunjungan sembilan delegasi KOI dalam program International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat pada 18–29 Juni lalu, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Delegasi yang dipimpin Ketua KOI Raja Sapta Oktohari tersebut menyambangi empat negara bagian, meliputi Chicago, Indianapolis, Colorado Springs, hingga Los Angeles. Kunjungan kerja ini difokuskan pada pemetaan jalur pembinaan atlet usia muda, peningkatan tata kelola organisasi, model pendanaan, pemasaran olahraga, serta optimalisasi peran perguruan tinggi sebagai pusat pembibitan atlet unggulan.
Ketua KOI menegaskan pentingnya membangun skema pembinaan yang terstruktur dan terintegrasi dari jenjang paling dasar hingga tingkat elit demi mengoptimalkan potensi jumlah penduduk Indonesia.
"Indonesia bangsa besar dengan 280 juta penduduk dan merupakan negara dengan populasi terbesar keempat setelah AS. Kita punya potensi, dan melalui IVLP, kami dapat melihat bagaimana AS membangun jalur pembinaan atlet dari scouting, usia muda, remaja, hingga elite, yang ditopang oleh ekosistem olahraga dan industri yang sudah sangat berkembang dan kuat. Semua sektor, mulai dari kampus, pengelolaan organisasi, pendanaan, industri, sport marketing, anti-doping, sport science, hingga entrepreneurship menjadi pilar-pilar ekosistem olahraga AS," kata Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan olahraga membutuhkan keterlibatan lintas sektor secara berkelanjutan dan tidak dapat dilakukan melalui skema parsial semata.
"AS membangun olahraga sebagai ekosistem yang berjenjang, termasuk keterlibatan kampus sebagai talent pipeline atlet nasional melalui NCAA. Konsep pembinaan ini juga dapat diadopsi di Indonesia. Apalagi Bapak Presiden Prabowo memiliki misi untuk memajukan dunia olahraga, dan memberi sinyal positif untuk pembinaan pelatnas jangka panjang. Apa yang kami dapat dari IVLP, akan kami laporkan langsung kepada Bapak Menpora Erick Thohir, sehingga konsep yang baik dan relevan dapat dikaji, diadaptasikan, dan diimplemantasikan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik olahraga Indonesia," kata Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari.
Selain mempelajari tata kelola pembinaan di tingkat kampus, KOI menggali sistem pendanaan mandiri yang diterapkan oleh United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) di Colorado Springs.
"Dari USOPC, kami mendapat banyak masukan positif, salah satunya model pendanaan yang ditopang oleh berbagai sumber, mulai dari sponsorships, broadcasting rights, licensing, donations, hingga commercial partnerships, hingga private fundraising melalui foundation untuk menarik dukungan dari high-net-worth individuals, filantropis, dan komunitas bisnis sehingga mampu menciptakan fondasi financial sustainability yang kuat dalam mendukung Team USA," kata Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari.
Raja Sapta Oktohari juga menggarisbawahi pentingnya kemitraan strategis dan tata kelola berstandar tinggi untuk menyokong keberlanjutan prestasi olahraga nasional di masa depan.
"Olahraga adalah instrumen pembangunan bangsa, diplomasi, dan investasi jangka panjang bagi generasi muda. Dengan ekosistem yang kuat, tata kelola yang baik, pendanaan yang berkelanjutan, dan pembinaan yang konsisten, Indonesia dapat membangun fondasi yang lebih kokoh menuju prestasi dunia dan Olimpiade," kata Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari.
Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat menyambut baik pertukaran wawasan ini sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral kedua negara melalui sektor olahraga.
"Amerika Serikat senang bisa menjadi tuan rumah program International Visitor Leadership Program bagi delegasi NOC Indonesia. Olahraga selalu menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat kedua negara kita, dan kami yakin bahwa wawasan serta hubungan yang terjalin selama program ini akan memperkuat masa depan olahraga Indonesia sekaligus memperkokoh kemitraan yang telah lama terjalin antara kedua negara kita," kata Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jamie Ravetz.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow