KMP Mutiara Sentosa II Terbakar di Sumenep Lakukan Evakuasi Korban

Smallest Font
Largest Font

Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu (2/8/2026). Insiden pada kapal rute Surabaya–Makassar yang mengangkut sekitar 250 orang tersebut memicu aksi evakuasi besar-besaran oleh tim SAR gabungan dan kepolisian.

Hingga Senin (3/8/2026) pagi, sebanyak 234 penumpang berhasil dievakuasi dengan rincian 229 orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Petugas siaga Kantor SAR Surabaya menerima laporan awal kebakaran dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB, yang mengonfirmasi laporan nakhoda mengenai munculnya api di perairan utara Madura sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB sebelum komunikasi terputus.

Hasil komunikasi Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget dengan Kapal Meratus Project 3 pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa II berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi. Kebakaran tersebut diduga memaksa para penumpang melompat ke laut hanya dengan mengandalkan rompi pelampung akibat tidak ditemukannya perahu penyelamat.

"Iya, sementara tidak menemukan [sekoci di KMP Mutiara Sentosa] itu, ya," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di posko terpadu Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Basarnas mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang dievakuasi, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, ditemukan dalam keadaan mengenakan rompi pelampung. Selain itu, fisik KMP Mutiara Sentosa II dilaporkan tidak terlihat lagi di lokasi kejadian saat tim SAR kembali setelah mengantarkan korban, meski pihak berwenang belum menyatakan kapal tersebut hilang resmi karena ada kemungkinan terbawa arus laut.

"Artinya bahwa semua korban yang kita evakuasi itu dalam kondisi menggunakan life vest. Artinya itu. Sehingga pada saat misalkan ada yang meninggal pada saat dievakuasi itu pun terapung dalam kondisi memakai life vest," ujar Mohammad Syafii.

Tim pencari terus memastikan keberadaan seluruh penumpang untuk menentukan status akhir operasi SAR.

"Memang saat kembali ke lokasi, kapal tersebut tidak terlihat. Tapi kita belum men-declare hilang," kata Mohammad Syafii.

Penyisiran di area perairan tetap berlanjut seiring dengan pemetaan data seluruh manifes penumpang.

"Bisa mungkin terbawa arus atau bisa apa. Makanya kita akan yakinkan tentang korban ini apakah terkonfirmasi 100 persen sudah ketemu atau belum. Di situ nanti kita akan jadikan dasar," ujar Mohammad Syafii.

Sementara itu, Polres Pelabuhan Tanjungperak mengerahkan personel untuk mendampingi korban yang tiba di Surabaya, termasuk menyediakan penanganan medis, kursi roda, dan bantuan oksigen bagi penumpang yang mengalami sesak napas serta kelelahan.

“Sejak menerima informasi kejadian, kami langsung bergerak cepat membantu proses evakuasi bersama seluruh unsur terkait. Fokus utama kami adalah keselamatan para penumpang dan memastikan mereka segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan,” ujar Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto.

Koordinasi intensif terus dilangsungkan bersama Basarnas, TNI, BPBD, dan instansi kesehatan guna memfasilitasi kebutuhan para korban serta keluarga penjemput.

“Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan terus memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh korban maupun keluarganya sampai seluruh proses evakuasi dan penanganan selesai,” kata Iptu Suroto.

Di sisi lain, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi seluruh dari lima jenazah korban meninggal dunia yang diterima. Proses identifikasi dilakukan menggunakan data primer sidik jari serta data sekunder seperti pemeriksaan gigi, medis, dan barang kepemilikan di RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.

“Sejak awal kejadian, Polda Jawa Timur bersama stakeholder terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan rumah sakit, telah membuka empat posko darurat dan Posko DVI, ” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Posko darurat dibuka di RSUD Sumenep, Pelabuhan Kalianget, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan RS Bhayangkara Surabaya.

“Hingga hari ini, lima kantong jenazah telah diterima dan seluruhnya berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lima korban yang teridentifikasi adalah Sri Indratmo Wijaya (47) asal Pati, Siti Fatimah (57) asal Makassar, Sari Sukoco (39) asal Tulungagung, Rino Eka Putra (48) asal Agam, dan Yedi Hendrawan (63) asal Kapuas.

“Alhamdulillah, seluruh lima jenazah berhasil terverifikasi sehingga dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Komandan Operasi DVI Kombes Pol. Dr. dr. Wahono Edhi.

Meskipun lima jenazah awal telah teridentifikasi, Operasi DVI dipastikan tetap berjalan beriringan dengan proses pencarian korban di laut.

“Untuk memudahkan koordinasi dan pelayanan informasi kepada masyarakat, Polda Jawa Timur membuka Pusat Informasi Operasi DVI KM Mutiara Sentosa II melalui nomor 0851-9044-7911,” ucap Kombes Pol. Dr. dr. Wahono Edhi.

Polda Jawa Timur mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam penerbangan atau pelayaran kapal tersebut untuk segera menyerahkan data antemortem ke posko terdekat.

“Ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban,” tegas Kombes Pol. Dr. dr. Wahono Edhi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed