KKP Pacu Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi Waingapu

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong percepatan proyek Tambak Udang Terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini diproyeksikan memproduksi 52.800 ton udang per tahun serta menyerap ribuan tenaga kerja, seperti dilansir dari Investor Daily pada Rabu (2/9/2026).

Progres pembangunan fisik kawasan industri ini telah mencapai sekitar 10 persen hingga 29 Juli 2026. Proyek yang berlokasi di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka tersebut memanfaatkan lahan seluas 2.150 hektare, dengan 1.361 hektare di antaranya dialokasikan khusus untuk area tambak dan fasilitas pendukung.

Pemerintah mengerahkan ratusan unit alat berat dan melibatkan pekerja lokal dalam proses konstruksi kawasan budidaya tersebut.

"Pembangunan didukung lebih dari 300 unit alat berat, serta keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses konstruksinya. Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2027 nanti, sehingga kawasan ini diharapkan mulai beroperasi pada awal 2028," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.

Pengembangan kawasan tambak terintegrasi di Waingapu membutuhkan dana investasi sekitar 500 juta dolar AS atau setara Rp 7,2 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun berbagai infrastruktur penunjang, termasuk kolam budidaya, tandon, instalasi pengolahan air limbah, klaster, jaringan intake, fasilitas karantina, hingga jalan produksi.

"Ketika beroperasi penuh, ISF Waingapu ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 52.800 ton udang per tahun, yang akan menambah pasokan udang nasional, sekaligus memperkuat pemenuhan kebutuhan pasar domestik dan ekspor," ujar Qodari.

Proyek ini juga diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap lapangan kerja di wilayah Nusa Tenggara Timur. Industri ini ditargetkan menyerap hingga 7.000 tenaga kerja dari hulu ke hilir, dengan 3.000 pekerja lokal di antaranya akan menerima pelatihan khusus sesuai standar industri udang.

Pengoperasian kawasan ini dinilai akan menstimulasi ekosistem ekonomi baru di Sumba Timur melalui kehadiran fasilitas pembenihan, pabrik pakan, cold storage, pabrik es, serta jasa transportasi.

"Hal tersebut nantinya akan membentuk rantai ekonomi baru di Sumba Timur dan membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat setempat," ucap Qodari.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed