Kemenkes Catat 3,4 Juta Warga Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hutan dan lahan berdampak terhadap 3.405.489 jiwa di beberapa wilayah Indonesia, dengan kasus infeksi saluran pernapasan akut paling menonjol terjadi di Kalimantan pada Rabu, 26 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Kementerian Kesehatan mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut berpusat di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Di Kalimantan Barat, jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut mencapai 165.747 kasus sepanjang 1 Januari hingga 7 Agustus 2026. Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat 18.423 kasus.

Wilayah Kalimantan Selatan juga melaporkan 4.107 kasus diare akut, 1.232 kasus pneumonia, 1.175 kasus suspek demam tifoid, dan 761 kasus Influenza Like Illness.

Di Kalimantan Tengah, tercatat 3.003 kasus infeksi saluran pernapasan akut dengan empat kabupaten atau kota memiliki indeks standar pencemar udara berstatus sangat tidak sehat.

Kondisi kualitas udara yang memburuk membuat enam provinsi menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan, yaitu Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Wilayah terdampak mencakup 14 kabupaten atau kota di Kalimantan Barat, 14 wilayah di Kalimantan Tengah, 13 wilayah di Kalimantan Selatan, serta 10 wilayah di Kalimantan Timur.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, memaparkan situasi penetapan status siaga darurat oleh pemerintah daerah.

"Akibat kejadian kebakaran hutan dan lahan, beberapa provinsi menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan, seperti Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," kata Agus Jamaludin, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.

Pemerintah daerah memitigasi dampak buruk kualitas udara dengan mengimbau penyesuaian kegiatan belajar mengajar bagi para siswa.

"Sudah ada edaran dari provinsi, kemudian dari Dinas Pendidikan juga sudah ada, salah satunya mengimbau terkait dengan kegiatan belajar mengajar," kata Agus Jamaludin.

Kementerian Kesehatan memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk menjamin pelayanan medis, mendistribusikan masker, dan mengampanyekan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

"Mari kita berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu, disiplin profesi mengedukasi warga masyarakat terdampak di tujuh provinsi ini bagaimana layanan kesehatan bisa berjalan. Kemudian yang kedua, bagaimana mematuhi aspek kesehatan, sebagai contoh bagaimana penggunaan masker," kata Agus Jamaludin.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed