Kemenhub Evaluasi Keselamatan usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Perhubungan menegaskan insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (2/8) menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat keselamatan transportasi laut, seperti dilansir dari Investor Daily pada Rabu (5/8/2026).

"Yang terjadi sekarang ini akan menjadi bahan evaluasi agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi. Bila ditemukan dugaan tindak pidana, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Menhub Dudy Purwagandhi.

Hingga hari ketiga pascainsiden, sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari Masalembu ke Surabaya. Total 238 penumpang dan awak kapal telah terevakuasi dari atas kapal.

"Atas nama pemerintah, kami kembali menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Dengan rasa duka yang mendalam, terdapat lima korban yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," ujar Menhub.

Pemerintah melalui PT Jasa Raharja memfasilitasi biaya perawatan hingga santunan bagi korban. Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi untuk memulangkan jenazah korban ke daerah asal.

Di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa evakuasi dilakukan bersama kapal-kapal sekitar. Saat keadaan darurat, kru kapal telah menginstruksikan penumpang berkumpul di anjungan dan mengenakan jaket keselamatan.

"Atas dasar itu, operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa II secara resmi kami alihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kantor SAR Surabaya. Meski demikian, operasi rutin tetap difokuskan di perairan sekitar lokasi kejadian dan kami tetap membuka posko pengaduan apabila terdapat laporan baru dari masyarakat," ujar Kepala Basarnas.

Kemenhub mendukung penuh investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang telah menurunkan tim ke lokasi. Selain itu, audit manajemen keselamatan dilakukan dengan memanggil operator kapal.

"Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi sehingga diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi di kemudian hari," tegas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed