Kemendikdasmen Soroti Sekolah Kekurangan Murid Baru dalam SPMB 2026

Smallest Font
Largest Font

Fenomena kekurangan peserta didik baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) periode 2026/2027 menjadi perhatian serius pemerintah. Bahkan, terdapat sekolah dasar negeri di wilayah Semarang yang tercatat hanya mendapatkan tiga orang siswa baru. Dilansir dari Detikcom, situasi minimnya peserta didik tersebut menimpa SDN Purwoyoso 01 yang berlokasi di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kondisi ini membuat sejumlah fasilitas bangku dan meja belajar yang tidak terpakai harus dirapikan pada area belakang ruang kelas. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai ada beragam faktor yang memicu terjadinya fenomena ini. Beberapa di antaranya meliputi pergeseran jumlah populasi anak usia sekolah, migrasi penduduk, hingga pertumbuhan area permukiman baru.

Selain itu, faktor penentu lainnya adalah preferensi masyarakat dalam menentukan lembaga pendidikan serta aspek geografis yang bervariasi di tiap wilayah. Sebagian wali murid saat ini cenderung lebih memilih untuk memasukkan anak-anak mereka ke institusi pendidikan dasar berbasis keagamaan.

Temuan mengenai kecenderungan tersebut kini dijadikan sebagai salah satu bahan evaluasi oleh pihak kementerian. Langkah ini penting guna memahami dinamika perubahan selera masyarakat terhadap sektor pendidikan formal. Sebagai bentuk penanganan, Kemendikdasmen menjalankan proses inventarisasi lewat Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pendataan menyasar sekolah-sekolah yang tercatat memiliki total murid di bawah angka 60 hingga 100 orang.

Hasil pendataan tersebut kemudian diteruskan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai wujud koordinasi lintas kementerian. Selanjutnya, Kemendikdasmen akan menyusun kebijakan khusus bagi sekolah yang mengalami keterbatasan jumlah murid tersebut. Proses perumusan kebijakan bakal ditempuh melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan regulasi bahwa pengelolaan satuan pendidikan berada di bawah wewenang pemerintah daerah setempat.

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan mutu pendidikan agar seluruh sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan menjadi pilihan masyarakat," ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam keterangan resminya dikutip Senin (20/7/2026). Guna mengatasi persoalan ini, kementerian menyiapkan serangkaian langkah strategis berskala nasional. Strategi tersebut meliputi pemetaan kebutuhan layanan edukasi yang diselaraskan dengan tren demografi serta persebaran penduduk terupdate.

Pemerintah juga akan melakukan evaluasi daya tampung pada tiap satuan pendidikan agar seimbang dengan kebutuhan riil wilayah. Langkah berikutnya adalah memperkuat sistem perencanaan pendidikan yang berbasis pada validitas data.

Kemendikdasmen turut memastikan bahwa sekolah dengan kuantitas murid terbatas akan tetap mendapatkan pendampingan khusus. Pihak kementerian bersama pemerintah daerah juga terus mengintensifkan komunikasi untuk memantau kondisi sekolah secara berkala.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed