Kemendikdasmen Naikkan Target Revitalisasi Sekolah Jadi 71 744 Unit
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merombak target revitalisasi sekolah tahun 2026 dari 11.744 unit menjadi 71.744 satuan pendidikan, seperti dilansir dari Detikcom pada Sabtu (25/7/2026). Langkah penambahan 60.000 target sekolah ini berdampak langsung pada penyerapan sekitar 1,1 juta tenaga kerja lokal.
Perluasan program tersebut menambah alokasi sasaran dari rencana awal yang mematok anggaran Rp14 triliun. Pelaksanaan pengerjaan proyek swakelola ini diperkirakan memakan waktu antara 3 hingga 8 bulan di daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan pengerjaan fisik proyek berskala nasional tersebut akan berdampak positif terhadap pembukaan lapangan kerja masyarakat.
"Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) itu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Sebelumnya, pemerintah mencatat realisasi pengerjaan fisik sudah mendekati target awal sebelum adanya penambahan sasaran program.
"Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027," ucap Abdul Mu'ti.
Pemerintah menerapkan mekanisme swakelola agar masing-masing sekolah mengelola perbaikannya secara mandiri, sehingga perekonomian warga sekitar dapat berputar. Penanganan cepat juga diterapkan pada infrastruktur pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana, seperti SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto menyampaikan koordinasi intensif terus dilakukannya guna mempercepat penanganan fasilitas belajar tersebut.
"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut," ujar Gogot Suharwoto.
Kemendikdasmen memfokuskan program perbaikan tahun ini pada sekolah terdampak bencana, kawasan 3T, serta bangunan berkategori rusak berat.
"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," ucap Gogot Suharwoto.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow