Kemendikdasmen Hadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi Atasi Ketimpangan Mutu Pendidikan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tingkat SMP dan SMA di 500 kabupaten/kota hingga tahun 2029 untuk mengatasi ketimpangan capaian mutu satuan pendidikan. Rencana pembangunan bertahap tersebut disampaikan langsung dalam kegiatan taklimat media di Jakarta Pusat pada Senin (20/7/2026), dilansir dari Investor Daily.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa program ini berjalan atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah tersebut diambil karena pemerintah masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan mutu pendidikan, terutama pada jenjang pendidikan menengah di tingkat kecamatan.
"SNT juga diselenggarakan mengikuti arahan Bapak Presiden yang sangat jelas, yang di dalamnya pemerintah menyiapkan 500 layanan SNT secara bertahap sampai dengan tahun 2029," kata Mendikdasmen Mu'ti.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 30 Juni 2025 dan Rapor Pendidikan 2025, kesenjangan kualitas layanan tampak dari minimnya jumlah kecamatan yang memiliki kualitas pendidikan baik. Tercatat hanya sekitar 4 persen atau 263 dari 7.288 kecamatan yang memiliki SMP dan SMA berakreditasi A serta meraih skor literasi dan numerasi di atas 75.
"Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 30 Juni 2025 dan Rapor Pendidikan 2025, baru 263 dari 7.288 kecamatan atau sekitar 4 persen yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian baik, yakni terakreditasi A serta memiliki skor capaian literasi dan numerasi di atas 75," kata Mu'ti.
Mendikdasmen menegaskan bahwa publikasi data capaian tersebut bukan bertujuan untuk menyudutkan pihak tertentu seperti sekolah, guru, maupun pemerintah daerah. Sebaliknya, data itu menjadi pengingat bagi seluruh pihak mengenai belum meratanya kesempatan anak bangsa dalam memperoleh akses pendidikan bermutu.
"Data tersebut bukan untuk memberi label negatif kepada sekolah, guru, atau daerah. Data tersebut merupakan pengingat bahwa kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan bermutu masih belum sama," ujar Mu'ti.
Melalui program SNT ini, pemerintah berkomitmen tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik sekolah baru semata. Kebijakan ini dirancang sebagai strategi mendekatkan pusat pendidikan berkualitas sekaligus mengoptimalkan seluruh potensi, minat, bakat, karakter, hingga talenta para peserta didik di berbagai daerah.
"SNT bukan sekadar pembangunan sekolah baru. SNT merupakan ikhtiar negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, sekaligus mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta anak secara optimal," kata Mendikdasmen Mu'ti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow