Kabut Asap Selimuti Pekanbaru Kualitas Udara Capai Kategori Berbahaya
Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, pada Selasa (25/8/2026) hingga menekan jarak pandang dan memicu penurunan kualitas udara mencapai taraf berbahaya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru melaporkan jarak pandang di wilayah tersebut menyusut hingga menyisakan sekitar dua kilometer. Penurunan kualitas udara terjadi akibat tingginya konsentrasi partikel polutan di atmosfer.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Ranti Kurniati menyampaikan pembaruan data pemantauan cuaca dan jarak pandang di sejumlah titik wilayah Riau.
"Terpantau Kota Pekanbaru 2 km dengan asap, Rengat 2 km berasap serta Pelalawan 5 km dan Tambang 3 km berasap," kata Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Ranti Kurniati.
Tercatat angka parameter PM 2,5 di Kota Pekanbaru sempat menyentuh level 508,8 mikrogram per meter kubik pada Selasa dini hari pukul 01.00 WIB. Pemantauan jumlah titik panas di Pulau Sumatra pada Senin (24/8) menunjukkan angka 2.193 titik, dengan konsentrasi tertinggi di Sumatra Selatan sebanyak 1.207 titik dan Riau 393 titik.
Merespons situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran Gubernur Riau Nomor: 100.3.4/17/SETDA/2026 untuk mengimbau penyesuaian kegiatan belajar mengajar di tingkat SMA, SMK, dan SLB.
Sekretaris Dinas Pendidikan Riau Teza Darsa mengonfirmasi penetapan aturan kegiatan pembelajaran sekolah di wilayah Riau tersebut.
"Sudah dikeluarkan Surat Edara Plt Gubri terkait sistem belajar pada SMA sederajat," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Riau Teza Darsa.
Surat edaran tersebut memberi ruang bagi satuan pendidikan untuk mengalihkan pembelajaran menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau mempertahankan metode tatap muka dengan protokol kesehatan ketat. Pemprov Riau juga meminta para orang tua membatasi aktivitas anak di luar rumah.
Di tengah kondisi kabut asap pekat, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru dilaporkan masih beroperasi secara normal. Pengelola bandara terus memantau pergerakan arah angin dan jarak pandang.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru Achmad memaparkan kondisi operasional penerbangan di tengah paparan asap.
"Alhamdulillah penerbangan sampai pagi ini masih berjalan dengan normal, jarak pandang masih aman," kata General Manager Bandara SSK II Pekanbaru Achmad.
Achmad menambahkan pemantauan berkala terus dilakukan demi memastikan keselamatan jadwal penerbangan.
"Jarak pandang masih kita pantau karena sangat tergantung arah angin. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan memberikan keselamatan buat kita semua," ujar General Manager Bandara SSK II Pekanbaru Achmad.
Pihak pengelola bandara menjelaskan batas minimum jarak pandang aman penerbangan berada di kisaran 800 hingga 1.000 meter, sehingga jarak pandang Pekanbaru saat ini masih memungkinkan proses lepas landas dan pendaratan pesawat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow