Jose Mourinho Kembali Tangani Real Madrid dengan Tantangan Berat Musim 2026
Jose Mourinho kembali melatih Real Madrid pada musim 2026 dengan tugas besar mengembalikan kejayaan klub yang telah melewati dua musim tanpa trofi. Kembalinya pelatih Portugal berusia 63 tahun ini menjadi sorotan besar di dunia sepak bola, terutama menjelang dimulainya musim baru La Liga.
Mourinho menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat, dengan Real Madrid harus menjalani empat pertandingan resmi dalam 14 hari pada awal musim. Ini merupakan beban fisik berat bagi para pemain, beberapa di antaranya baru bergabung kembali bersama tim sekitar satu minggu sebelum pertandingan pertama melawan Espanyol pada 22 Agustus, diikuti oleh laga melawan Real Sociedad, Málaga, dan Real Betis hingga awal September, menurut laporan goal.com.
Presiden klub Florentino Pérez menilai masalah musim lalu berasal dari jadwal yang tidak memungkinkan persiapan dan pemulihan fisik optimal, sehingga menyebabkan banyak cedera. Real Madrid pun menguatkan skuad dengan mendatangkan beberapa pemain baru untuk memenuhi permintaan Mourinho, termasuk Marc Cucurella dan Ibrahima Konaté serta kemungkinan transfer tambahan seperti Yan Diomandé, yang menjadi pembelian termahal klub, dilansir dari ca.sports.yahoo.com.
Dalam perombakan skuadnya, Mourinho memilih strategi dengan formasi 4-2-3-1 yang fokus pada dua gelandang bertahan sebagai poros, yakni Aurélien Tchouaméni dan Federico Valverde, guna memperkuat lini belakang dan memberikan keseimbangan dalam bertahan dan menyerang. Pendekatan ini berbeda dengan musim sebelumnya yang lebih mengandalkan satu gelandang jangkar, menurut analisis dari martincid.com.
"Saya pikir Florentino mempertaruhkan Mourinho untuk memberikan hasil seperti yang dilakukan Carlo Ancelotti pada masa keduanya, yang berhasil memenangkan Liga Champions," kata ahli sepak bola Spanyol Eduardo Alvarez kepada BBC Sport.
Ramon Calderon, mantan presiden Real Madrid, menyatakan bahwa Mourinho perlu mengubah sikap dan pendekatannya agar bisa sukses kembali di klub.
"Dia harus mendapatkan kepercayaan pemain melalui persuasi bukan paksaan," ujar Calderon. "Jika dia mengulangi kesalahan lama, itu akan menjadi masalah."
Di Portugal, jurnalis Duarte Monteiro mengamati bahwa karakter Mourinho tidak berubah meski dunia sepak bola telah berubah, dan pendekatan konservatifnya di Benfica musim lalu menunjukkan adanya ketegangan dalam hubungan dengan beberapa pemain.
"Mourinho tidak berubah. Karakternya sama, tapi dunia sudah berubah," kata Monteiro. "Dia beberapa kali bersikap agresif terhadap kelompok pemain, tidak semua pemain Benfica mendukungnya."
Robert Huth, mantan pemain Chelsea saat Mourinho menangani klub Inggris itu, menilai pendekatan Mourinho yang keras namun adil efektif untuk membangun mental juara.
"Dia sangat keras tapi adil dan jujur dalam komunikasi," ujar Huth. "Dia mempersatukan skuad dan memberikan persiapan serta perhatian yang berkualitas."
Musim ini, perhatian akan tertuju pada performa pemain seperti Vinicius Jr, yang baru-baru ini memperpanjang kontrak dan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di Real Madrid, serta Kylian Mbappé dan Jude Bellingham sebagai kunci keberhasilan tim, sebagaimana disampaikan dalam laporan ca.sports.yahoo.com.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow