Jorge Jesus Ungkap Batal Latih Timnas Brasil Sebelum Carlo Ancelotti
Pelatih anyar tim nasional Portugal, Jorge Jesus, mengungkapkan bahwa dirinya sempat sangat dekat untuk menjabat sebagai pelatih tim nasional Brasil sebelum Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) akhirnya memilih Carlo Ancelotti.
Negosiasi tersebut berlangsung tidak lama setelah kekalahan telak Brasil 1-4 dari Argentina pada laga Kualifikasi Piala Dunia pada Maret 2025, ketika tim masih ditangani oleh Dorival Jr. Dalam proses tersebut, Jesus bahkan telah menerima arahan langsung untuk menyusun daftar pra-pemanggilan pemain.
"Saya akhirnya tidak jadi melatih timnas Brasil, tetapi saya sudah memiliki petunjuk untuk membuat pra-pemanggilan Brasil untuk pertandingan pada bulan Maret, setelah mereka kalah 4-1 dari Argentina," kata Jorge Jesus, Pelatih Timnas Portugal.
Mantan pelatih Flamengo itu menjelaskan detail daftar yang ia siapkan dan menegaskan bahwa pilihannya tidak akan jauh berbeda dari skuat pertama yang dipanggil Carlo Ancelotti. Perbedaan utama yang bakal ia lakukan adalah memasukkan nama penyerang Flamengo, Pedro.
"Apa yang akan saya lakukan? Apakah saya akan memanggil pemain yang berbeda dari yang dilakukan Ancelotti? Tidak, tentu saja saya akan [berbeda] pada satu atau dua pemain. Karena saya pikir, saat ini, penyerang tengah terbaik di sepak bola Brasil adalah Pedro," kata Jorge Jesus, Pelatih Timnas Portugal.
Ia memaklumi jika penilaiannya terkesan subjektif karena pernah bekerja sama dengan pemain tersebut. Secara keseluruhan, Jesus mengaku sepakat dengan mayoritas komposisi pemain pilihan Ancelotti.
"Ini sedikit subjektif karena dia adalah pemain saya di Flamengo. Satu, dua, atau tiga pemain berbeda, tetapi secara umum saya setuju dengan apa yang dia lakukan. Kemudian, sentuhan pribadi, cara memandang permainan, cara melatih, itulah yang membedakan," kata Jorge Jesus, Pelatih Timnas Portugal.
Selain membahas keterlibatannya dengan timnas Brasil, pelatih Portugal itu menegaskan tidak akan melakukan perombakan drastis pada skuat Portugal meskipun timnya terhenti di babak 16 besar Piala Dunia. Ia juga mematok Piala Dunia 2030 sebagai target utama.
"Saya tidak bodoh," kata Jorge Jesus, Pelatih Timnas Portugal.
Ia menegaskan bahwa kepentingan kolektif tim berada di atas segalanya, terlepas dari adanya perbedaan pendapat antara dirinya dan pemain. Pemanggilan pemain akan selalu didasarkan pada kebutuhan terbaik untuk tim nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow