Iran Rilis Video Mojtaba Khamenei Usai Rumor Kondisi Kritis

Smallest Font
Largest Font

Iran merilis video langka yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei untuk menanggapi rumor mengenai kondisi kesehatannya yang dikabarkan kritis. Video tersebut dirilis pada Minggu (9/8) oleh kantor berita Mehr New Agency dan memperlihatkan Mojtaba dikelilingi sejumlah orang saat berbicara, tanpa keterangan waktu dan tempat rekaman yang jelas. Mojtaba bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pertemuan yang membahas tantangan negara, termasuk kebutuhan masyarakat dan konflik militer dengan Amerika Serikat, serta hubungan ekonomi dengan mitra asing, menurut laporan Mehr News Agency.

Mojtaba Khamenei ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi sejak awal Maret 2026, menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang meninggal akibat serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Ia juga dilaporkan terluka dalam serangan tersebut namun tidak ada keterangan detail dari pihak Iran.

Sejak terpilih, Mojtaba jarang tampil di publik dan hanya berkomunikasi lewat pernyataan tertulis, memicu spekulasi soal hubungannya dengan pejabat tinggi Iran dan absennya di prosesi pemakaman ayahnya bulan lalu. Presiden Pezeshkian mengakui bahwa komunikasi dengan Mojtaba saat ini sangat sulit, namun ia tetap bisa mengadakan pertemuan produktif dengan sang pemimpin.

"Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini, namun bagaimanapun juga, keberadaannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami untuk terus melangkah," ujar Pezeshkian, seperti dilansir AFP. Pertemuan Pezeshkian dan Mojtaba pada akhir Juli lalu membahas isu militer dan ekonomi, termasuk pengelolaan devisa, penggunaan energi, serta hubungan ekonomi dengan mitra asing, menurut Reuters.

Wakil Organisasi Basjid, Qasem Qoraishi, mengatakan rekaman video Mojtaba yang berada di tengah masyarakat akan mempermalukan musuh dan pihak yang mencela rakyat Iran, menepis spekulasi soal kondisi kesehatan Mojtaba yang jarang muncul di depan umum. Dalam konteks politik dan diplomasi, Pezeshkian menyatakan Iran siap melanjutkan jalur damai dengan Amerika Serikat berdasarkan nota kesepahaman terbaru, dengan syarat AS membangun kepercayaan dan menghentikan ketegangan. "Kami bertekad menggunakan MoU sebagai dasar, asalkan Amerika Serikat melepaskan suasana ketidakpercayaan yang telah diciptakannya, dan suasana kepercayaan terbentuk," kata Pezeshkian di konferensi pers, Sabtu (8/8), seperti dikutip Xinhua.

Iran dan AS menandatangani MoU pada Juni 2026 untuk mengakhiri perang di berbagai front, namun eskalasi regional membuat nasib negosiasi masih belum pasti.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed