Investor China dan Rusia Jajaki Proyek Kereta Trans Kalimantan

Smallest Font
Largest Font

Investor asal China dan Rusia menyatakan minatnya untuk menggarap proyek pembangunan jalur Kereta Trans Kalimantan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah menjajaki peluang kerja sama dengan kedua negara tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi secara intensif dengan calon investor asing agar proses keterlibatan mereka dalam proyek strategis ini bisa segera terealisasi.

"Tapi sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya Cina dan Rusia sudah kita jajaki," ujar Dudy.

Pemerintah saat ini masih menunggu penyerahan proposal resmi dari pihak investor. Para calon investor asal China dan Rusia tersebut diketahui sedang melakukan analisis serta perhitungan kelayakan bisnis sebelum mengajukan penawaran secara resmi.

"Mereka pasti sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti akan menyampaikan proposal ke kita," ujar Dudy.

Sementara itu, untuk proyek Kereta Trans Sumatera, sebagian jalur fisik dilaporkan sudah tersedia sehingga pemerintah hanya perlu menyambungkan antarlintas. PT KAI Logistik telah menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan jalur di Pulau Sumatera tersebut.

Keputusan mengenai proyek mana yang akan dieksekusi terlebih dahulu sangat bergantung pada kalkulasi bisnis dan studi kelayakan dari masing-masing calon investor.

"Tergantung investornya tentunya. Mana yang menurut mereka lebih apa, lebih feasible ya untuk mereka garap. Saya lihat sih sepertinya kalau Sumatera, KAI Logistik yang lebih berminat untuk pengembangannya," kata Dudy.

Rencana pembangunan infrastruktur ini merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan hadirnya jaringan kereta api baru di Sumatera dan Kalimantan. Target penugasan kepada PT KAI (Persero) dan Kementerian Perhubungan itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menginginkan seluruh jaringan rel di Sumatera dapat terhubung secara menyeluruh dari kawasan selatan hingga utara.

"Habis ini Trans Sumatera Railway dari Bandar Lampung ya, mana titik yang paling selatan? Bandar Lampung ya? Titik yang paling selatan, Bakauheni, sampai ke titik paling utara (Aceh).

Bisa KAI? Bisa Menteri Perhubungan?" ujar Prabowo.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed