IntactGP Siapkan Siasat Cegah Veda Ega Pratama Salip Almansa

Smallest Font
Largest Font

Manajer tim IntactGP Peter Ottl menyiapkan siasat darurat untuk menghadapi paruh kedua Moto3 2026 setelah dua pembalap utamanya, David Almansa dan David Munoz, dibekap cedera berat. Langkah ini diambil untuk mempertahankan posisi Almansa di peringkat kelima klasemen sementara dari kejaran pembalap debutan Indonesia, Veda Ega Pratama. Almansa saat ini mengumpulkan 109 poin dan mengemas tiga podium termasuk satu kemenangan di Thailand.

Namun, posisinya di lima besar terancam karena hanya unggul 19 poin dari Veda Ega Pratama yang membuntutinya di urutan keenam. Persaingan di paruh pertama Moto3 2026 berlangsung sangat kompetitif dengan 33 podium yang terbagi kepada 11 pembalap berbeda. Maximo Quiles memimpin klasemen dengan mengoleksi 10 podium, sementara Veda Ega Pratama tampil mengesankan sebagai rookie Honda Team Asia dengan meraih dua kali podium ketiga di Brasil dan Prancis.

Kondisi tim asal Jerman tersebut makin sulit setelah Almansa harus absen pada beberapa balapan akibat cedera dan sakit radang tenggorokan. Sementara itu, Munoz yang sempat meraih dua podium di Spanyol dan Catalunya juga dipastikan absen dalam jangka waktu tidak ditentukan akibat kecelakaan di GP Hungaria.

Menanggapi situasi krusial ini, Peter Ottl mengungkapkan komitmen timnya untuk terus mencari solusi terbaik di tengah keterbatasan pembalap pengganti. "Kami selalu berusaha memanfaatkan situasi sebaik mungkin dan menemukan pembalap pengganti terbaik," kata Manajer IntactGP, Peter Ottl, dilansir dari BolaSport.com.

Ia menjelaskan kendala utama dalam memilih pengganti ideal karena aturan kontrak dan batasan usia pembalap muda. "Namun, semua pembalap bagus tentu saja terikat kontrak dengan tim lain," ujar Peter Ottl.

Ottl juga menambahkan tantangan teknis terkait ketersediaan para pembalap usia muda di kejuaraan pendukung. "Dan para pembalap muda tidak tersedia karena bentrok jadwal dengan Red Bull Rookies Cup atau karena mereka belum mencapai usia minimum 18 tahun," kata Peter Ottl. Ia memaparkan keterbatasan hasil dari pembalap pengganti saat ini dan rencananya mengejar opsi pembalap baru.

"Ada dua balapan di bulan Agustus yang tidak bentrok dengan Rookies Cup, Marcos Uriarte melakukan pekerjaan yang cukup baik, tetapi kami terbatas dalam hal hasil," kata Peter Ottl.

Ia menegaskan akan memanfaatkan celah regulasi usia untuk merekrut talenta muda potensial. "Itulah mengapa saya mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan kepada pembalap Rookies Cup yang berusia 18 tahun dan memiliki beberapa prestasi, saya akan mengejar opsi itu," ucap Peter Ottl. Mengenai masa pemulihan Munoz yang sempat mengalami kecelakaan parah sejak GP Indonesia musim lalu, Ottl membeberkan kondisi terkini sang pembalap.

"Perkembangan Munoz sangat bagus, dan dia memiliki harapan tinggi untuk segera kembali," kata Manajer IntactGP, Peter Ottl, dilansir dari Speedweek.com.

Meski ada kemajuan, ia enggan mematok target waktu kembali agar sang pembalap pulih sepenuhnya. "Tapi saya tidak bisa mengatakan kapan itu terjadi, saya lebih suka dia pulih cukup untuk merasa percaya diri di atas motor daripada kembali terlalu cepat dan tidak mampu tampil maksimal," ujar Peter Ottl.

Ottl menekankan bahwa fokus utama tim saat ini adalah kesehatan fisik pembalap dibanding mengejar poin. "Ini bukan tentang Kejuaraan Dunia, ini tentang dia menjadi bugar dan kemudian balapan di level yang baik," kata Peter Ottl.

Mimpi IntactGP untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia Moto3 musim ini diakuinya telah sirna akibat rentetan musibah cedera. "Menjaga motivasi tetap hidup sangat penting, situasi yang muncul, dengan pembalap yang cedera atau sakit, berada di luar kendali kami," ujar Manajer IntactGP, Peter Ottl. Ia mengenang ekspektasi tinggi yang diusung tim pada awal musim 2026.

"Tentu saja, kami memasuki musim ini dengan mengetahui bahwa kami memiliki dua pembalap, yang mana salah satunya bisa menjadi juara dunia," kata Peter Ottl.

Ia membandingkan target awal timnya dengan pencapaian skuad mereka di kelas menengah. "Bahwa ini bisa menjadi musim seperti tim Moto2 kami, dengan kedua pembalap finis di tiga besar (Manuel Gonzalez dan Senna Agius)," ujar Peter Ottl. Ottl meratapi nasib timnya yang terhenti di tengah jalan tanpa bisa menyalahkan siapa pun.

"Sayangnya, mimpi itu telah hancur, tetapi kami tidak bisa menyalahkan diri sendiri," kata Peter Ottl.

Kini fokus tim beralih pada pemberian dukungan penuh kepada pembalap pengganti guna menjaga semangat tim. "Langkah selanjutnya adalah menemukan pembalap pengganti terbaik dan memberinya dukungan maksimal, itulah motivasi kami," ujar Manajer IntactGP, Peter Ottl.

Ia melihat kesempatan ini sebagai ajang uji coba bagi pembalap muda berbakat. "Langkah selanjutnya untuk menjaga motivasi tetap tinggi adalah mencoba pembalap muda dan melihat apa yang dapat kami capai dengannya," kata Peter Ottl.

Ottl juga realistis terhadap penurunan target performa dengan mengandalkan pembalap baru. "Jelas, ini tidak sebanding dengan berjuang untuk kemenangan Grand Prix, kita harus menurunkan ekspektasi kita, karena kita tidak bisa menargetkan kemenangan dengan pembalap Rookie Cup berusia 18 tahun," ujar Peter Ottl. Ia memastikan para penyokong dana tim telah memahami situasi darurat yang dialami IntactGP.

"Sponsor kami memahami hal ini dan selalu mendapat informasi yang baik," kata Peter Ottl.

Paruh kedua Moto3 2026 akan dibuka di Sirkuit Silverstone pada GP Inggris, 7–9 Agustus 2026. Rangkaian acara balapan ini diawali dengan peluncuran resmi dan konferensi pers bersama bintang MotoGP seperti Marc Marquez di Outernet London pada Kamis, 6 Agustus 2026, atas inisiatif Liberty Media.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed