Indika Energy Incar Target Pendapatan Non-Batubara Lewat Proyek Awak Mas
PT Indika Energy Tbk (INDY) mentargetkan kontribusi pendapatan non-batubara sebesar 50 persen pada 2028 melalui pergeseran strategi struktural menjadi penyedia energi terdiversifikasi. Target transisi energi tersebut disampaikan oleh BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam catatan terbarunya, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Senin (27/7/2026).
Proyek tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan yang dikelola melalui anak usaha Indika Energy menjadi pilar utama dalam strategi diversifikasi tersebut. Proyek dengan total investasi mencapai US$ 429 juta ini memandatkan Macmahon sebagai kontraktor utama dengan nilai kontrak senilai AUD 463 juta.
BRIDS mencatat perkembangan konstruksi proyek Awak Mas telah mencapai 43 persen per Oktober 2025. Perusahaan menargetkan uji coba produksi dapat terlaksana pada akhir 2026 dan berlanjut ke tahap produksi komersial pada kuartal I-2027.
"Konstruksi 43% completion per Oktober 2025, target trial production akhir 2026, commercial production Q1 2027," sebut BRI Danareksa Sekuritas.
Untuk mendukung transisi bisnis ini, Indika Energy mengalokasikan belanja modal (capex) non-batubara tahun 2026 sebesar Rp 445 miliar. Alokasi dana tersebut mencakup US$ 20,4 juta untuk pengembangan Awak Mas dan US$ 5,8 juta untuk inisiatif hijau, di samping pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan energi baru terbarukan jangka panjang.
"Capex 2026 non-batubara Rp 445 miliar. US$ 20,4 juta untuk Awak Mas dan US$ 5,8 juta untuk inisiatif hijau," beber BRIDS.
Potensi dari tambang emas Awak Mas dinilai semakin solid seiring dengan tingginya harga emas di pasar global yang melampaui US$ 4.000 per ons. Prospek komersialisasi proyek tersebut menjadi pendorong utama penilaian ulang terhadap saham perusahaan.
"Katalis utamanya commercial production Awak Mas Q1 2027 yang mana jadi binary trigger untuk re-rating," sebut BRIDS.
Pada penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026), harga saham INDY berada di level Rp 2.470 dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 0,63 kali dan price earning ratio (PER) 27,02 kali. Konsensus analis BRIDS menetapkan target harga saham Indika Energy berada dalam kisaran Rp 3.300 hingga Rp 3.750.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow