Aksi Ambil Untung Tekan Indeks Kospi Merosot 1,55 Persen
Aksi melepas saham-saham berkapitalisasi besar oleh para pemodal menekan Indeks Kospi hingga merosot 1,55 persen pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Penurunan bursa saham Korea Selatan ini terpicu maraknya aksi ambil untung pascamemudarnya harapan kesepakatan damai konflik Amerika Serikat dan Iran.
Berdasarkan data Yonhap News, volume perdagangan tercatat berada di level moderat sebesar 399,04 juta saham dengan nilai transaksi mencapai 29,64 triliun won atau setara US$20,9 miliar. Pergerakan pasar menunjukkan dominasi sentimen negatif dengan 679 saham melemah berbanding 195 saham yang menguat.
Tekanan utama berasal dari investor institusi yang mencatatkan jual bersih saham sebesar 784,9 miliar won. Kondisi ini berbanding terbalik dengan investor asing dan ritel yang justru membukukan beli bersih masing-masing senilai 91,4 miliar won dan 731,29 miliar won.
Pelemahan indeks terseret oleh koreksi signifikan pada sejumlah saham unggulan. Saham raksasa teknologi Samsung Electronics anjlok 2,19 persen dan produsen otomotif Hyundai Motor merosot 3,97 persen. Pelemahan juga melanda saham pertahanan Hanwha Aerospace sebesar 1,21 persen serta perusahaan baja POSCO Holdings yang turun 2,84 persen.
Meski demikian, beberapa saham mencatatkan kenaikan di tengah penutupan Kospi yang melemah. Saham produsen chip SK Hynix mampu menguat 1,03 persen, sedangkan perusahaan makanan Samyang Foods melonjak hingga 5,04 persen. Di pasar valuta asing, mata uang won menguat 1,2 won terhadap dolar AS menjadi 1.411,8 won per dolar AS.
Langkah pelemahan bursa Korea Selatan sejalan dengan tren sentimen negatif yang membayangi mayoritas pasar keuangan kawasan Asia. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tercatat terkoreksi sebesar 0,75 persen.
Pasar saham di Asia Tenggara dan kawasan regional menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks S&P/ASX 200 Australia ditutup hampir datar usai turun 3,2 poin ke level 9.070. Perdagangan saham di Singapura dan Thailand berakhir melemah, sedangkan bursa Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam, Tiongkok, serta Hong Kong berhasil menutup sesi di zona hijau.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow