IHSG Berpotensi Melemah pada Perdagangan Rabu 29 Juli 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak bervariasi cenderung melemah pada perdagangan Rabu (29/7/2026), dilansir dari Investor Daily. Tekanan terhadap indeks dipicu oleh berlanjutnya aksi jual investor asing serta penurunan harga mayoritas komoditas.
Meski demikian, penguatan mayoritas indeks di bursa Wall Street dan solidnya laporan keuangan emiten kuartal II-2026 diprediksi akan menjadi penahan laju penurunan sekaligus sentimen positif di pasar modal.
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan indeks saham domestik akan berada pada rentang batas bawah dan atas tertentu.
"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.080-6.030 dan resist 6.180-6.310," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Rabu (29/7/2026).
Pada perdagangan hari sebelumnya, bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan kecenderungan menguat. Penurunan harga minyak mentah dan solidnya kinerja keuangan emiten kuartal II-2026 menjadi penopang utama, meski indeks Nasdaq tertekan akibat rotasi investor dari saham semikonduktor.
Konstituen Dow Jones seperti Sherwin-Williams dan Coca Cola mencatatkan lonjakan harga masing-masing 8,25% dan 5% setelah merilis laporan keuangan yang melampaui ekspektasi. Di sisi lain, harga minyak mentah jenis WTI turun 4% ke level US$ 79,26 per barel dan Brent melemah 4,8% menjadi US$ 84,09 per barel usai adanya diskusi diplomasi terkait Selat Hormuz.
Untuk perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi sejumlah saham potensial bagi para pelaku pasar, di antaranya WIIM, HMSP, GGRM, ISAT, MAPA, dan UNVR.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow