Hari Pertama Sekolah Picu Kemacetan di Ruas Jalan Utama Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Lonjakan volume kendaraan memicu kemacetan parah di sejumlah ruas jalan utama Jakarta pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026) pagi. Peningkatan arus lalu lintas ini terkonsentrasi di jalur arteri menuju kawasan perkantoran dan pusat kota.

Dilansir dari akun X resmi TMC Polda Metro Jaya, penumpukan kendaraan mulai terjadi sejak pukul 07.00 WIB. Kemacetan signifikan terpantau di kawasan Simpang Traffic Light Halim Baru UKI Cawang menuju Jalan MT Haryono dan Jatinegara, Jakarta Timur, di mana kendaraan roda dua, roda empat, hingga bus Transjakarta hanya dapat melaju perlahan.

"Sedangkan yang mengarah Cililitan, Halim, Tol Jagorawi, dan Tol Japek terpantau ramai lancar," tulis TMC Polda Metro Jaya.

Kondisi serupa juga dilaporkan melanda kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Jalur dari arah Cawang menuju Gatot Subroto serta ruas tol dalam kota tampak merayap, sementara hambatan di Jalan M Ridwan Rais dipicu oleh adanya penyempitan jalur akibat proyek galian di depan Kantor Pajak.

"Situasi arus lalu lintas menjelang lokasi terjadi perlambatan," tulis TMC Polda Metro Jaya.

Kepadatan lalu lintas ini sejalan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak. Sejumlah pemerintah daerah sebelumnya telah mengimbau para orang tua untuk mengantarkan anak mereka secara langsung pada hari pertama sekolah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mendukung langkah ini dengan menerbitkan surat imbauan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tertuang dalam nomor B/257/M.KT.02/2026 pada Jumat (10/7/2026). Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri PANRB 4/2025 dan mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

"Kehadiran seorang orang tua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang. Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua terutama ayah pada anak," kata Rini Widyantini dalam keterangan tertulis.

Meski memberikan kelonggaran aturan kerja bagi pegawai yang mengantarkan anak di jenjang PAUD hingga pendidikan menengah, Rini menegaskan agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal.

"Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan," sambung Rini Widyantini.

Sementara itu, antusiasme senada terlihat di SDN Anyelir 1 Depok, Pancoran Mas. Puluhan ayah yang sebagian besar telah mengenakan seragam kerja tampak ikut memadati halaman sekolah sejak pukul 06.00 WIB guna mendampingi anak-anak mereka.

Bagus, salah satu orang tua siswa kelas 1 SD bernama Jehan (7 tahun), sengaja menyempatkan waktu sebelum berangkat kerja ke wilayah Sawangan demi membangun mental sang buah hati di lingkungan baru.

"Sebagai ayah, kan memang kita jarang ya untuk mengantar. Lebih sering kan ibunya yang mengantarkan," kata Bagus.

Ia menilai kehadiran sosok ayah secara langsung memberikan dampak positif tersendiri bagi kesiapan mental anak.

"Nilai plusnya mungkin mereka lebih nyaman, jadi tidak takut lagi nanti di sekolahnya karena banyak orang yang baru dan lingkungan baru. Mereka juga bisa lebih PD (percaya diri)," tambah Bagus.

Gerakan keterlibatan orang tua ini turut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak perwakilan wali murid di sekolah.

Ketua Komite SDN Anyelir 1 Depok, Diamonda Khashoggi Marshall, menyatakan bahwa momentum ini sangat efektif memicu kedekatan atau bonding yang lebih kuat antara ayah dan anak.

"Ayah lebih tahu mengenai kondisi sekolah dan perkembangan anaknya," kata Diamonda Khashoggi Marshall.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara kedua orang tua demi menyukseskan transisi belajar anak dari masa TK menuju jenjang sekolah dasar.

"Diakui ibu memiliki peran yang sangat besar dan tegas dalam membangunkan dan mempersiapkan anak-anak agar antusias menyambut hari pertama sekolah," tutur Diamonda Khashoggi Marshall.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed