Harga Emas Tembus US$ 4.400 Usai Melonjak Pekan Lalu
Harga emas menembus level US$ 4.400 per ons troi pada sesi perdagangan Selasa (11/8/2026), setelah melonjak hampir 7,5% sepanjang pekan sebelumnya. Lonjakan komoditas ini terjadi menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat.
Mengutip laporan dari Investor Daily, nilai emas menguat 0,24% hingga berada di kisaran US$ 4.400,71 per ons troi. Lonjakan harga emas sebelumnya didorong oleh penurunan data tenaga kerja AS sebesar 20.000 payrolls, yang dibarengi revisi penurunan angka bulan sebelumnya melebihi 100.000 lapangan kerja.
Pergerakan emas pekan lalu berhasil menyedot perhatian para pelaku pasar setelah sempat mengalami fase konsolidasi panjang di kisaran US$ 4.000 per ons troi. Kendati demikian, tingkat kelanjutan tren kenaikan ini masih dibayangi ketidakpastian.
"Saya masih skeptis dan menilai prospek emas dalam jangka pendek masih belum jelas," kata Fawad Razaqzada, Market Analyst Forex.com.
Analis menunjuk area US$ 4.365 hingga US$ 4.425 per ons troi sebagai zona resistance krusial yang menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika gagal bertahan di atas area tersebut, emas berpotensi terkoreksi ke batas support US$ 4.300-4.305, dilanjutkan ke US$ 4.200 dan US$ 4.100-4.120 per ons troi.
"Namun, jika emas gagal menembus resistance, risiko koreksi meningkat. Support awal berada di kisaran US$ 4.300-4.305 per ons troi, disusul US$ 4.200 per ons troi dan US$ 4.100- 4.120 per ons troi," jelas Fawad Razaqzada, Market Analyst Forex.com.
Kondisi pasar juga kian dinamis seiring lonjakan harga minyak bumi yang hampir menyentuh 5%, sehingga berpotensi memicu kembali tekanan inflasi global. Perkembangan ini dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow