Harga Emas Dunia Melonjak Usai Inflasi Amerika Serikat Melandai

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (15/7/2026) waktu setempat akibat melandainya inflasi Amerika Serikat (AS), yang memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari Investor Daily, harga emas spot ditutup menguat 1,3% menjadi US$ 4.052,96 per ons troi setelah sebelumnya sempat melemah ke level terendah sejak awal Juli. Di sisi lain, kontrak berjangka emas AS ditutup relatif stabil pada level US$ 4.058,3 per ons troi.

Penguatan logam mulia ini juga didukung oleh penurunan indeks dolar AS sebesar 0,6% yang membuat emas lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain. Berdasarkan data ekonomi terbaru, inflasi konsumen AS pada Juni melambat menjadi 3,5% secara tahunan, turun dari posisi 4,2% pada Mei.

"Harga Emas melesat setelah laporan inflasi konsumen (CPI) yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Inflasi inti juga tidak berubah dibanding bulan sebelumnya, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed Juli maupun September diperkirakan turun tajam," kata Tai Wong, analis logam independen.

Selain faktor inflasi, pelaku pasar saat ini tengah memperhatikan eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania yang memicu serangan balasan dari pihak AS. Ketegangan geopolitik ini mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam empat pekan dan berpotensi memengaruhi laju inflasi melalui sektor energi.

"Jika ketegangan dengan Iran terus berlanjut, inflasi berpotensi meningkat lagi bulan ini. Reli emas kemungkinan terbatas hingga kisaran US$4.200 per ons troi dalam beberapa sesi ke depan," ujar Tai Wong, analis logam independen.

Sementara itu, pergerakan positif juga terjadi pada logam mulia lainnya seperti perak spot yang melesat 1,82% menjadi US$ 58,71 per ons dan paladium yang melonjak 4,31% ke level US$ 1.306,85 per ons. Para pelaku pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada Rabu (16/7/2026) sebagai indikator tambahan arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed