Harga Emas Dunia Melemah Dipicu Lonjakan Minyak Akibat Konflik AS-Iran
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Senin (20/7/2026) akibat tertekan lonjakan harga minyak menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kekhawatiran inflasi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Dilansir dari Investor Daily, harga emas spot ditutup turun 0,24 persen menjadi US$ 4.007,77 per ons troi, sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,17 persen ke level US$ 4.012 per ons troi. Penurunan nilai logam mulia ini berjalan beriringan dengan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar 0,4 persen dan penguatan indeks dolar AS sebesar 0,2 persen yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang lain.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Garda Revolusi Iran mengklaim menyerang aset militer AS di Timur Tengah sebagai respons atas serangan udara Washington, ditambah pengumuman blokade laut terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi di Yaman.
Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah Brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan sehingga memicu kecemasan bahwa inflasi akan bertahan tinggi dan mendorong suku bunga tetap ketat. Pasar saat ini sedang mengalihkan fokus mereka pada efek kenaikan harga energi terhadap arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
"Ketegangan baru di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran bahwa data inflasi AS yang lebih rendah pekan lalu belum cukup untuk menghalangi The Fed menaikkan suku bunga lagi tahun ini," ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Desember kini melesat hingga mencapai 83 persen berdasarkan data CME FedWatch, naik dari posisi pekan lalu yang berada di angka 73 persen.
Meskipun demikian, terdapat perkiraan bahwa bank sentral masih akan menggunakan instrumen pengetatan neraca keuangan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan menaikkan suku bunga acuan. "Ketegangan baru di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran bahwa data inflasi AS yang lebih rendah pekan lalu belum cukup untuk menghalangi The Fed menaikkan suku bunga lagi tahun ini," ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures. Pada perdagangan komoditas logam mulia lainnya, harga perak spot terpantau menguat 0,82 persen ke posisi US$ 56,4 per ons, platinum naik 0,09 persen menjadi US$ 1.597,5 per ons, dan paladium bertambah 0,48 persen ke level US$ 1.256,8 per ons.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow