Harga Emas Dunia Melonjak 4 Persen Ditopang Pelemahan Dolar AS

Smallest Font
Largest Font

Lonjakan harga emas dunia melebihi 4 persen tercatat pada perdagangan Rabu (5/8/2026) di Amerika Serikat, yang menjadi kenaikan harian tertinggi sejak Februari. Dilansir dari Investor Daily, penguatan komoditas ini terdorong oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, pelemahan dolar AS, serta harapan perundingan Selat Hormuz dengan Iran.

Harga emas spot ditutup menguat 4,16 persen menjadi US$ 4.247,02 per ons troi, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$ 4.264,93 per ons troi. Angka ini menembus rata-rata pergerakan 50 hari di kisaran US$ 4.160 per ons troi, sementara kontrak emas berjangka AS pengiriman Desember naik 3,74 persen ke US$ 4.307,95 per ons troi.

Pergerakan Indeks dolar AS berada di dekat level terendah dalam enam pekan, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di dekat level terendah sepekan. Kendati naik tajam, harga emas masih terkoreksi sekitar 24 persen dibanding rekor tertinggi US$ 5.594,82 per ons troi pada Januari, dan turun sekitar 19 persen sejak konflik Iran pecah.

Sejumlah faktor teknis dan geopolitik menjadi pendorong utama arus masuk modal ke pasar logam mulia ini.

"Investor mulai kembali masuk ke logam mulia karena peluang kenaikan suku bunga semakin kecil dibanding pekan lalu. Dolar AS juga melemah tajam sehingga mendukung harga emas. Jeda konflik Iran turut menjadi sentimen positif," kata Tai Wong, analis logam independen.

Ia menambahkan bahwa pasar membutuhkan sinyal lanjutan dari kebijakan moneter agar tren penguatan harga emas dapat bertahan lebih lama.

"Logam mulia akan memperoleh dorongan yang lebih kuat jika pasar mulai memperhitungkan penurunan suku bunga. Namun untuk saat ini, kemungkinan itu baru terjadi pada 2027," kata Tai Wong.

Perkembangan kondisi makroekonomi juga turut memengaruhi dinamika pasar komoditas logam mulia lainnya.

"Platinum dan paladium sebelumnya telah memperhitungkan berbagai sentimen negatif, mulai dari perlambatan produksi otomotif, meningkatnya pangsa kendaraan listrik hingga potensi kenaikan pasokan dari daur ulang," kata Suki Cooper, analis Standard Chartered.

Data World Gold Council menunjukkan permintaan emas oleh bank sentral pada semester I-2026 berada di level terendah sejak 2022. Pada pasar logam lainnya, perak spot naik 4,26 persen ke US$ 62,06 per ons, paladium menguat 0,93 persen ke US$ 1.361,46 per ons, sementara platinum turun 0,18 persen menjadi US$ 1.734,55 per ons.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed