Harga Emas Antam Hari Ini 14 Agustus 2026, Cek Update dan Selisih Buyback

Smallest Font
Largest Font

Harga emas batangan Antam masih jadi acuan utama masyarakat yang ingin berinvestasi logam mulia di Indonesia. Pada pembaruan resmi terakhir dari Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam), Kamis (13/8/2026), harga emas tercatat naik Rp20.000 per gram dibanding hari sebelumnya.

Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan harga emas domestik yang mengikuti pergerakan harga emas dunia. Sejumlah analis pasar menyebut penguatan harga emas global turut dipengaruhi oleh sentimen kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Bagi masyarakat yang berencana membeli atau menjual emas hari ini, penting untuk memahami dua jenis harga yang berlaku di Antam, yakni harga jual dan harga buyback, karena keduanya memengaruhi perhitungan untung-rugi investasi.

Update Harga Emas Antam Terbaru

Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam pada Kamis (13/8/2026) berada di posisi Rp2.700.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya Rp2.680.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau harga beli kembali oleh Antam juga naik Rp30.000 per gram, dari Rp2.516.000 menjadi Rp2.546.000 per gram.

Keterangan Harga (per gram)
Harga Jual Emas Antam Rp2.700.000
Harga Buyback Rp2.546.000
Selisih (Spread) Rp154.000

Beberapa lembaga pemantau harga memperkirakan pergerakan harga emas Antam pada Jumat (14/8/2026) akan cenderung stabil dengan potensi kenaikan tipis, seiring harga emas dunia yang masih bertahan di kisaran level tinggi dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil terhadap dolar AS. Namun, angka resmi baru akan diketahui setelah Logam Mulia merilis pembaruan harga pada pagi hari.

Perbedaan Harga Jual dan Harga Buyback

Antam menetapkan dua harga berbeda untuk produk emas batangannya:

  • Harga jual, yaitu harga yang berlaku saat masyarakat membeli emas dari gerai Logam Mulia.
  • Harga buyback, yaitu harga yang berlaku saat masyarakat menjual kembali emas ke Logam Mulia.

Sebagai gambaran, jika seseorang membeli emas Antam pagi hari seharga Rp2.700.000 per gram, lalu terpaksa menjualnya kembali pada hari yang sama karena kebutuhan mendesak, ia hanya akan menerima Rp2.546.000 per gram sesuai harga buyback yang berlaku.

Kenapa Selisih Harga Ini Penting Diketahui

Selisih atau spread sebesar Rp154.000 per gram ini perlu dicermati oleh siapa pun yang serius ingin berinvestasi emas batangan. Tanpa memperhitungkan spread tersebut, investor berisiko salah menghitung potensi keuntungan maupun kerugian dari investasi emasnya.

Potensi Untung Rugi Investasi Emas Jangka Panjang

Dengan spread sebesar itu, emas batangan pada dasarnya lebih cocok digunakan sebagai instrumen investasi jangka panjang, bukan untuk jual-beli harian. Harapannya, kenaikan harga emas dalam jangka panjang mampu menutup selisih harga jual dan buyback, sekaligus memberikan keuntungan bagi pemiliknya.

Berikut ilustrasi potensi untung atau rugi bila membeli emas Antam pada beberapa periode berbeda, dihitung berdasarkan harga jual Rp2.700.000 per gram hari ini:

Tanggal Pembelian Harga per Gram Potensi Untung/Rugi
6 Agustus 2026 Rp2.679.000 -4,96% (rugi)
13 Juli 2026 Rp2.635.000 -3,38% (rugi)
13 Mei 2026 Rp2.839.000 -10,32% (rugi)
13 Februari 2026 Rp2.904.000 -12,33% (rugi)
13 November 2025 Rp2.396.000 6,26% (untung)
13 Agustus 2025 Rp1.917.000 32,81% (untung)
13 Mei 2025 Rp1.884.000 35,14% (untung)
13 Februari 2025 Rp1.692.000 50,47% (untung)
13 November 2024 Rp1.477.000 72,38% (untung)

Dari data tersebut terlihat bahwa investor yang membeli emas dalam kurun waktu satu tahun terakhir umumnya masih mencatatkan potensi kerugian bila menjualnya hari ini, sementara pembelian dua hingga tiga tahun lalu sudah menunjukkan potensi keuntungan yang cukup signifikan. Hal ini menegaskan karakter emas sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang, bukan aset untuk spekulasi jangka pendek.

Tips Bagi Calon Investor Emas

Pelaku pasar dan pengamat investasi umumnya menyarankan agar calon investor emas memperhatikan beberapa hal berikut sebelum membeli:

  • Pastikan dana yang digunakan bukan dana kebutuhan mendesak, mengingat sifat emas sebagai instrumen jangka panjang.
  • Perhitungkan selisih harga jual dan buyback sebagai biaya transaksi implisit.
  • Pantau tren harga emas dunia dan nilai tukar rupiah secara berkala sebelum memutuskan waktu membeli atau menjual.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed