Isack Hadjar Bantu Max Verstappen Amankan Baris Depan GP Belgia
Pembalap Red Bull, Isack Hadjar, berhasil menjalankan strategi slipstream atau derek angin pada sesi kualifikasi Q3 untuk membantu rekan setimnya, Max Verstappen, mengamankan posisi start di baris depan pada Grand Prix Belgia yang berlangsung Sabtu, 18 Juli 2026.
Taktik ini terbukti krusial dalam membawa Verstappen menduduki posisi kedua di kualifikasi, tepat di samping peraih pole position, Kimi Antonelli. Hadjar membeberkan bahwa tantangan terbesar dari strategi tersebut bukanlah manuvernya, melainkan prediksi respons mesin setelah ia sengaja melambat sebelum berakselerasi kembali.
Menurut pembalap asal Prancis tersebut, penyaluran tenaga mesin menjadi sulit diantisipasi karena perangkat lunak mesin tidak dirancang untuk situasi melambat mendadak seperti itu. Akibatnya, penentuan kecepatan yang tepat dan menjaga jarak ideal dengan Verstappen di sepanjang lintasan menjadi sangat menantang.
"What's difficult is to understand what the engine is going to give you because once you stop out of Turn 14 and to deliver the power the engine is a bit confused because you've stopped for no reason and when the software is confused." kata Hadjar saat berbicara kepada media GPblog dan outlet lainnya.
Hadjar menambahkan bahwa ketidakpastian respons mesin tersebut sangat memengaruhi jarak mobilnya dengan Verstappen pada percobaan pertama dan kedua di sesi Q3.
"So on that first attempt in Q3, I had way too much power, so I pulled away from him. And the second attempt, I didn't have enough, so if anything, he was catching me, and I couldn't tow him the whole way. I was very difficult to judge." ujar Hadjar.
Ketika ditanya mengenai balasan yang ia harapkan dari tim setelah memberikan bantuan derek angin tersebut, Hadjar merespons sambil tersenyum dan bercanda bahwa tim bisa membayarnya dengan uang.
Di sisi lain, Max Verstappen membantah spekulasi mengenai kegagalan strategi derek angin tersebut karena bantuan dari Hadjar terbukti sangat krusial bagi posisinya.
"Otherwise I'd have been sixth" tegas Verstappen.
Pembalap asal Belanda tersebut mengakui bahwa tanpa bantuan Hadjar, posisinya akan merosot beberapa peringkat ke belakang. Mengingat Hadjar sudah dipastikan harus memulai balapan dari posisi belakang akibat penalti, Red Bull sengaja memanfaatkannya untuk memberikan derek angin di sektor terakhir sirkuit.
Verstappen mengaku puas dengan hasil kualifikasi dan memuji eksekusi strategi yang dilakukan oleh Red Bull sepanjang sesi tersebut. Meskipun memprediksi balapan hari Minggu akan berjalan sulit karena jarak rival yang sangat dekat, Verstappen menilai mobil RB22 miliknya telah tampil kompetitif sepanjang akhir pekan di Sirkuit Spa-Francorchamps.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow