AchmadNurHidayat.ID — Gobel Group menegaskan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional dengan menghadirkan inisiatif ekosistem agrominapolitan terintegrasi pada Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII 2026 di Gorontalo, 20–25 Juni 2026.
Dengan tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional”, penyelenggaraan PENAS XVII menjadi wadah kolaborasi antara petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, dan pemerintah untuk memperkuat kemandirian pangan.
Gobel Group menyatakan dukungan terhadap sektor pertanian sebagai upaya berkelanjutan sejak pendirian perusahaan. Rangkaian inisiatif yang dibawa ke PENAS XVII mencerminkan komitmen tiga generasi perusahaan dalam membantu peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian dan perikanan.
Jejak Panjang dan Pendekatan Ekosistem
Perusahaan menelusuri dukungan pada sektor pertanian hingga era pendiri, Thayeb Mohammad Gobel, yang pada 1963 mendirikan PT Pabrik Diesel dan Traktor (Paditraktor) untuk menghadirkan alat mekanisasi pertanian seperti traktor, pengering gabah, penyemprot hama, serta mesin pengolah beras.
Rachmat Gobel, Chairman Gobel Group, mengatakan ketahanan pangan tidak sekadar meningkatkan produksi. “Ketahanan pangan memerlukan ekosistem yang mampu menghubungkan petani dan nelayan dengan teknologi, infrastruktur, industri hilir, sistem logistik yang efisien, serta akses pasar yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Rachmat, pendekatan ekosistem tersebut telah dikembangkan lewat berbagai inisiatif bisnis dan pembangunan daerah. Kehadiran Gobel Group di PENAS XVII dimaksudkan untuk menegaskan pentingnya penguatan ketahanan pangan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kontribusi di Gorontalo
Di Gorontalo, Gobel Group menampilkan sejumlah kontribusi yang dikembangkan selama tiga generasi. Bentuk kontribusi meliputi penguatan konektivitas logistik melalui pelabuhan internasional PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal (AGIT), pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi lewat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Gorontalo), serta perluasan akses pasar hasil pertanian melalui kemitraan dengan Châteraisé.
Perusahaan juga memanfaatkan teknologi Panasonic untuk mendukung produktivitas dan kualitas hidup masyarakat sebagai bagian dari upaya menempatkan Gorontalo sebagai pusat agrominapolitan Indonesia Timur.
Rachmat menyebut visi jangka panjang tersebut tercermin dalam inisiatif Visi Gorontalo 2051 yang bertujuan mempercepat pembangunan ekonomi daerah, membuka akses investasi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta mendorong pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi dan Hilirisasi
Gobel Group mendorong kolaborasi lintas pihak—pemerintah, dunia usaha, petani, nelayan, dan komunitas lokal—serta mengintegrasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) lintas unit usaha untuk mendukung sektor pertanian dan infrastruktur melalui berbagai skema pendanaan dan kerja sama.
Salah satu upaya penciptaan nilai tambah adalah kerja sama dengan Châteraisé yang menghubungkan hasil pertanian lokal dengan rantai pasok global melalui model farm-to-factory. Hasil pertanian binaan, seperti kakao, diolah hingga bernilai tambah dan diekspor untuk proses lebih lanjut.
Rachmat menilai pendekatan hilirisasi ini sejalan dengan agenda nasional untuk memastikan lebih banyak nilai ekonomi tercipta di dalam negeri dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Melalui PENAS XVII 2026, kami berharap kolaborasi antara petani, nelayan, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Rachmat.
Ia menambahkan bahwa upaya tersebut tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah, pembukaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan petani dan nelayan, serta pemberian manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Gobel Group mengundang peserta PENAS dan masyarakat Gorontalo untuk mengunjungi Pentadio, ruang kreasi dan wisata yang disiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional dan internasional.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
