GMNI Gelar Aksi Pesta Rakyat dan Demo Cipayung Plus di Jakarta
Dua aksi unjuk rasa berlangsung di Jakarta pada Kamis siang, 13 Agustus 2026. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar "Pesta Rakyat Lomba di Depan Istana" mulai pukul 14.00 WIB, sementara kelompok Cipayung Plus Jakarta Timur menyuarakan berbagai tuntutan di kawasan Istana Presiden dan DPR.
Aksi GMNI melibatkan sekitar 100 peserta yang menggelar perlombaan tradisional seperti tarik tambang, balap karung, dan lomba lari dikejar aparat sebagai bentuk kritik sosial. Mereka membawa sembilan tuntutan terutama terkait isu sosial, ekonomi, pendidikan, dan ruang sipil.
Kepolisian menyiapkan 879 personel gabungan untuk mengamankan aksi di wilayah Jakarta Pusat, termasuk unjuk rasa Cipayung Plus yang antara lain menyoroti aliran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG), keterlibatan militer dalam koperasi desa, pergantian Kapolri, dan pengembalian dana pendidikan.
Herdiansyah, perwakilan GMNI Jakarta Barat, mengatakan, "Hari ini kami akan menggelar aksi, sekitar pukul 14.00 WIB di depan Istana Negara. Bentuknya pesta rakyat."
Herdiansyah menegaskan bahwa kemerdekaan harus diwujudkan melalui pekerjaan layak, pendidikan merata, layanan kesehatan dapat diakses, serta kebebasan berpendapat dan perlindungan hak atas tanah.
"Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai status formal kenegaraan. Kemerdekaan harus hadir secara nyata dalam kehidupan rakyat melalui pekerjaan yang layak, pendidikan yang merata, layanan kesehatan yang dapat diakses, kebebasan berpendapat, perlindungan atas hak atas tanah, serta penyelenggaraan negara yang berpihak pada kepentingan rakyat," ujar Herdiansyah.
GMNI meminta evaluasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis dan mendesak alokasi prioritas untuk pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Mereka juga menuntut penghentian program koperasi yang membebani anggaran negara serta penarikan TNI dan Polri dari ruang sipil.
"Kami menolak sekuritisasi pembangunan dan penanganan aspirasi masyarakat yang berlebihan oleh aparat," kata Herdiansyah.
Selain itu, GMNI meminta pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi terkait kenaikan kesejahteraan pengemudi ojek daring dan pemenuhan hak buruh sesuai standar hidup layak.
Unjuk rasa Cipayung Plus Jakarta Timur mengangkat isu aliran dana MBG, pengesahan UU Perampasan Aset, serta desakan agar Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mundur. Massa ini terdiri dari LMND, GMNI, SEMMI, dan PD HIMA PERSIS.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyatakan, "Dengan adanya dua aksi tersebut, kepadatan lalu lintas berpotensi terjadi di sejumlah ruas jalan Jakarta Pusat." Polri mengimbau pengendara mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi aksi.
Rekomendasi jalur alternatif dari arah Selatan ke Jakarta Pusat disarankan menggunakan Tomang–Suryopranoto–Harmoni atau Jalan KH Mas Mansyur menuju Karet. Dari arah Barat, rute Jalan S. Parman–Tomang–Jalan Kyai Caringin–KH Hasyim Ashari–Harmoni lebih dianjurkan.
Dari arah Timur menuju Barat, pengendara disarankan lewat Gunung Sahari–Dr. Sutomo–Juanda–Suryopranoto–Tomang untuk menghindari kepadatan Gambir dan Kebon Sirih.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow