Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Kumamoto Jepang Tewaskan 34 Orang
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) pukul 16.27 waktu setempat, mengakibatkan sedikitnya 34 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Pusat gempa terdeteksi berada di kedalaman sekitar 20 kilometer di selatan Kota Uki, yang memicu kerusakan parah pada sejumlah bangunan, pemadaman listrik masal, serta runtuhnya pusat perbelanjaan akibat ledakan gas.
Hingga Kamis, tim penyelamat yang terdiri dari hampir 5.000 personel Pasukan Bela Diri (SDF), polisi, dan petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan pencarian korban di tengah gelombang panas ekstrem yang mencapai 35 derajat Celsius.
Otoritas Prefektur Kumamoto melaporkan bahwa sekitar 23.000 rumah kehilangan aliran listrik, 75.000 rumah tidak mendapatkan akses air bersih, dan lebih dari 15.000 warga telah dievakuasi ke ratusan posko pengungsian.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak dalam kondisi aman, tanpa adanya laporan korban luka maupun jiwa.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri memberikan kepastian mengenai kondisi para warga di Kumamoto dan wilayah Kyushu setelah melakukan koordinasi intensif.
"Sejauh ini belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia yang terdampak [...] dengan seluruh warga negara Indonesia dilaporkan dalam keadaan aman," kata Heni Hamidah, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri.
Heni menambahkan bahwa pihak kementerian melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo akan terus memantau situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan otoritas Jepang dan jaringan komunitas lokal.
Perdana Menteri Jepang memberikan pernyataan resmi terkait prioritas penanganan pascabencana, termasuk pengiriman bantuan logistik dan pemulihan jaringan listrik di area yang terisolasi.
"Bagi mereka yang sedang menunggu bantuan, kami akan mencurahkan seluruh upaya kami untuk kegiatan penyelamatan dan bantuan," kata Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang.
Sanae menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan energi dan memastikan pasokan air bersih serta alat pendingin udara tersalurkan dengan baik ke posko-posko pengungsian warga.
Menteri Pertahanan Jepang turut memberikan keterangan mengenai pengerahan armada militer guna mendistribusikan kebutuhan darurat secara cepat ke wilayah terdampak.
"Kami melakukan segala kemungkinan untuk menjadikan penyelamatan nyawa sebagai prioritas, melakukan upaya untuk memberikan pasokan penyelamat nyawa, dimulai dengan air," kata Shinjiro Koizumi, Menteri Pertahanan Jepang.
Bencana ini memicu trauma mendalam bagi warga lokal Kumamoto yang sebelumnya pernah menghadapi rangkaian gempa kembar mematikan pada tahun 2016 silam.
Seorang warga lokal Kumamoto mengungkapkan kepanikan dan keheranannya atas bencana berulang yang terus melanda wilayah tempat tinggalnya.
"Kenapa? Kenapa ini terus terjadi di sekitar kita di sini di Kumamoto?" kata Shoji Yonemitsu, warga lokal.
Meskipun dampak kerusakan kali ini sangat masif, Shoji mengaitkan pengalaman masa lalunya dengan getaran gempa yang baru saja terjadi.
"Guncangan saat itu berada pada tingkat yang sama sekali berbeda. Namun gempa kemarin masih cukup mengerikan," kata Shoji Yonemitsu.
Guncangan hebat ini juga dirasakan oleh para pelaku usaha pariwisata di sekitar wilayah terdampak, termasuk sektor pemandian air panas yang menjadi andalan kawasan tersebut.
Seorang pengelola penginapan mewah di Yatsushiro menceritakan intensitas guncangan yang dirasakannya selama gempa berlangsung.
"Itu adalah gempa terkuat yang pernah saya alami," kata Kanzo Matsumoto, operator penginapan air panas mewah.
Dampak ekonomi dari gempa ini juga memicu penghentian sementara operasional sejumlah pabrik otomotif dan semikonduktor terkemuka di Kyushu, termasuk Toyota dan Honda, guna menilai dampak logistik serta keselamatan rantai pasok.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow