Freiburg Tekuk Motherwell 3-1 di Leg Pertama Kualifikasi Conference League
SC Freiburg memetik kemenangan 3-1 saat bertandang ke markas Motherwell pada leg pertama babak play-off Liga Konferensi Eropa, Kamis (20/8/2026). Tim tamu bangkit dari ketertinggalan awal melalui dua gol Matthias Ginter dan gol penutup Keisuke Goto. Tuan rumah sempat mengejutkan lewat gol cepat Regan Charles-Cook pada menit kedua memanfaatkan umpan Emmanuel Longelo.
Namun, Freiburg berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-27 setelah sundulan Matthias Ginter memanfaatkan umpan tendangan bebas Derry Scherhant membobol gawang Alex Paulsen. Memasuki babak kedua, Freiburg berbalik unggul pada menit ke-60 melalui eksekusi penalti Ginter. Penalti diberikan usai Martin Moormann dijatuhi kartu merah langsung akibat menarik Yannick Engelhardt di dalam kotak penalti berdasarkan peninjauan VAR.
Bermain dengan sepuluh pemain, Motherwell semakin kesulitan keluar dari tekanan. Freiburg akhirnya mengunci kemenangan pada masa tambahan waktu lewat sundulan pemain debutan Keisuke Goto yang memanfaatkan umpan sepak pojok Vincenzo Grifo.
Pelatih Motherwell, Alfred Johansson, memberikan pandangannya usai pertandingan mengenai performa anak asuhnya di lapangan. "Ini adalah campuran antara rasa kecewa dan bangga," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Ia menilai skuadnya menunjukkan keberanian pada awal laga, meski sempat tampil terlalu bertahan pada pertengahan babak pertama. "Saya pikir kita berbicara sebelum pertandingan bahwa kita ingin melihat tim dengan mentalitas kuat tertentu, keberanian tertentu untuk memainkan permainan kita, dan saya pikir kita melihatnya hari ini," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Johansson mengapresiasi kebangkitan timnya menjelang akhir babak pertama sebelum dinamika laga berubah di babak kedua. "Saya pikir awal babak pertama sangat cemerlang," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell. Menurutnya, pertahanan yang rapat sempat menjaga keseimbangan sebelum beberapa insiden mengubah jalannya laga.
"Kemudian kita memiliki periode di mana kita sedikit terlalu protektif, yang kemudian berakhir dengan kita benar-benar membaliknya lagi untuk akhir babak pertama, yang saya pikir sangat mengesankan dari para pemain," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Ia mencermati bagaimana ritme permainan timnya kembali terbentuk pada awal babak kedua. "Saya pikir awal babak kedua itu bagus," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell. Ia mengakui hasil akhir menjadi tidak menguntungkan setelah timnya harus bermain dengan sepuluh orang.
"Kemudian jelas beberapa hal terjadi sepanjang pertandingan, yang membuat hasilnya tidak begitu bagus untuk kita," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Johansson meyakini rasa bangga akan menggantikan kekecewaan setelah ia menganalisis kembali rekaman pertandingan. "Dari situlah kekecewaan itu muncul, tentunya," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Ia menambahkan penilainnya terkait proses terjadinya pelanggaran yang berbuah penalti dan kartu merah. "Saya berpikir demikian berbicara kepada Anda sekarang tepat setelah pertandingan, dan saya cukup yakin bahwa ketika saya menonton kembali pertandingan ini, rasa bangga akan mengambil alih," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Insiden tersebut menjadi titik balik yang menguntungkan tim tamu di sisa laga. "Martin Moormann menyentuh penyerang, dan dia jatuh," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell. Johansson menyoroti keputusan wasit dan keterlibatan teknologi dalam keputusan vital tersebut.
"Wasit menilai itu sebagai penalti, dan kemudian VAR campur tangan, mengatakan bahwa mereka percaya dia harus melihatnya, bahwa itu bisa menjadi kartu merah, dan itulah yang terjadi," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Meski kalah, Johansson memuji kualitas gol pembuka timnya yang dinilai mencerminkan standar tinggi. "Itulah yang mungkin dilakukan dengan para pemain ini, karena gol itu adalah gol tingkat yang sangat tinggi. Tingkat tinggi, sangat tingkat tinggi," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell. Pengalaman menghadapi klub Jerman memberikan pelajaran berharga bagi jajaran pemainnya.
"Saya pikir kita menunjukkan momen lain selama pertandingan ini dengan tingkat yang begitu tinggi, kualitas yang begitu tinggi, dan para pemain, maksud saya banyak dari mereka belum pernah memainkan tim seperti ini dalam pertandingan kompetitif seperti itu sebelumnya," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Ia menekankan bahwa kemampuan bersaing dengan tim kuat menjadi modal penting bagi pengembangan tim. "Dan kita belajar begitu banyak karena kita memahami bahwa, oke, kita sebenarnya bisa bermain sangat, sangat baik melawan lawan seperti ini, dan saya pikir itu sangat bagus untuk melihat bagaimana beberapa pemain, seberapa tinggi tingkat penampilan mereka, dan saya sangat bangga akan hal itu," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Namun, kegagalan mengantisipasi situasi bola mati menjadi catatan evaluasi utama. "Dan kemudian kita juga belajar dengan cara yang keras beberapa hal, bukan? Jadi jika Anda tidak tepat dalam situasi bola mati bertahan seperti kita hari ini, maka Anda dihukum begitu keras di tingkat ini," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Dalam keterangan terpisah, Johansson menegaskan kembali rasa bangganya terhadap komitmen para pemain. "Saya sangat bangga dengan mereka atas cara mereka bermain, mentalitas yang mereka tunjukkan sepanjang pertandingan, dan bahwa kita belajar dengan cara yang keras karena kebobolan dari situasi bola mati bertahan," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell. Ia menggarisbawahi bahwa timnya tetap mampu membatasi peluang lawan dalam situasi permainan terbuka.
"Kita berbicara tentang itu, tetapi juga fakta bahwa kita tidak memberikan banyak peluang besar dalam pertandingan ini dari permainan terbuka, meskipun kekurangan satu pemain dari menit ke-60, kurang lebih," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Kedisiplinan memegang prinsip permainan menjadi hal positif yang dicatat sang pelatih. "Kita tetap berpegang pada prinsip-prinsip kita, yang merupakan sesuatu yang saya minta sebelum pertandingan," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell. Apresiasi tersebut disampaikan langsung kepada seluruh anggota tim di ruang ganti.
"Semua hal ini jika digabungkan membuat saya sangat bangga terlibat dengan mereka, dan itulah yang saya katakan kepada mereka," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Johansson juga mengomentari persiapan menyongsong laga penentuan di Jerman pekan depan. "Kita memiliki beberapa hari untuk membuat rencana untuk itu," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Ia tidak memungkiri rasa frustrasi akibat kebobolan gol ketiga dan kartu merah Moormann. "Selalu mengecewakan kebobolan gol dan kartu merah juga merupakan sebuah kekecewaan. Jelas Anda merasa kecewa ketika kebobolan gol dan [kartu merah] itu mengecewakan, tetapi hal-hal ini terjadi," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Gaya permainan ofensif dinilainya sebagai identitas asli Motherwell yang harus dipertahankan. "Para pemain ini direkrut dan dibuat untuk bermain dengan cara kita bermain ini. Jika Anda melihat gol pertama yang kita cetak, saya pikir kita semua bisa setuju bahwa ketika Motherwell terlihat terbaik adalah ketika kita bermain persis seperti itu," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell. Ia menganalisis penurunan intensitas tekanan yang memberi ruang bagi Freiburg untuk bangkit.
"Jujur saja, saya pikir di bagian tengah babak pertama setelah kita mencetak gol adalah saat kita tidak melakukan itu, dan saat itulah Freiburg mendapatkan momentum," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Johansson menyebut lawan memiliki kualitas tinggi untuk memanfaatkan kelengahan timnya. "Merek melakukan itu karena mereka begitu bagus, tetapi juga karena kita menjadi sedikit protektif. Kita tidak melakukan tekanan sebanyak yang kita lakukan sebelum gol kita, dan kita tidak melakukan tekanan sebanyak yang kita lakukan di akhir babak pertama dan awal babak kedua," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell. Ia menegaskan pentingnya mempertahankan karakter tim pada leg kedua mendatang.
"Kita harus menjadi diri kita sendiri untuk memiliki peluang terbaik mendapatkan hasil. Itulah identitas klub dan tim ini," kata Alfred Johansson, Pelatih Motherwell.
Motherwell dijadwalkan melakoni laga leg kedua di markas Freiburg pada Kamis mendatang, sementara Freiburg akan lebih dahulu menghadapi Fortuna Düsseldorf di ajang DFB-Pokal pada Minggu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow